Awan Cumulonimbus Penyebab Hilangnya Pesawat Air Asia

1298
Advertisement

Awan Cumulonimbus Penyebab Hilangnya Pesawat Air Asia – Awan Cumulonimbus saat ini jadi awan yang sangat ditakuti oleh para penerbang Pesawat. Betapa tidak, awan ini sering menyebabkan bencana seperti tornado, puting beliung dan juga hail dapat terbentuk di dalam awan ini. Awan Cumulonimbus adalah satu satunya awan yang dapat menghasilkan muatan listrik menjadikannya seperti baterai raksasa di langit.

Awan Cumulonimbus ini berkomposisi awan padat dengan perkembangannya vertikal yang menjulang tinggi kelangit mirip seperti gunung ataupun menara. Bagian puncaknya berserabut, tampak berjalur hampir rata dan juga berbentuk mirip landasan yang dikenal selaku anvil head.

Advertisement

Awan Cumulonimbus ini terdiri dari tetesan-tetesan air di bagian bawah, sedangkan di bagian atas terdiri dari tetes-tetes salju ataupun kristal es. Adanya updraft dan juga downdraft yang memungkinkan terjadinya sirkulasi dan juga gesekan yang terjadi antara partikel-partikel awan didalamnya ini-lah yang dapat menimbulkan muatan listrik.

Awan yang terbentuk akibat dari ketidakstabilan atmosfer ini dapat terbentuk sendiri dan berkelompok, ataupun di sepanjang front dingin di garis squall. Awan Cumulonimbus ini menimbulkan kilat dan juga guntur, hingga hujan lebat, angin kencang, lebih-lagi hujan es. Kalau terbentuk men-jadi supersel menyebabkan badai petir besar.

Awan Cumulonimbus yang dihadapi pilot AirAsia QZ 8501 ini mengingatkan kita akan sebuah tragedi Pesawat Sukhoi Superjet 100 Rusia ketika menabrak tebing Gunung Salak, Bogor pada tanggal 9 Bulan mei 2012 tahun lahu. Selain itu, terhempasnya Pesawat Lion Air di perairan Bali pada tanggal 13 Bulan april 2013 lalu juga diidentifikasi sebab adanya awan Cumulonimbus.

Misteri Hilangnya Pesawat Air Asia QZ8501 masih belum ditemukan sekarang. Semoga keselamatan senantiasa menyertai para penumpang AirAsia QZ 8501 dan juga kita seluruhnya. Amin!!!

Advertisement