Batu Akik Badar Emas Dan Panca Warna Raja Ampat

1795
Advertisement

Batu Akik Badar Emas Dan Panca Warna Raja Ampat  – Tidak cuma Batu Akik yang bernilai ratusan ribu, batu permata mulia yang dibanderol dengan harga jutaan rupiah juga ikut dipajang saat diadakannya pameran Akik di Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Batu Akik Badar Emas Dan Panca Warna Raja Ampat merupakan salah satu batu yang dipajang di pameran tersebut, Batu Akik Badar Emasnya Ditawarkan Rp 250 Juta sedangkan Batu Panca Warna Raja Ampat Dijual Rp 15 Juta/Kg.

Batu Akik Badar Emas dari Raja Ampat, Papua Barat. Penjualnya sebut saja si Said, menyatakan bahwa Jenis batu akik yang masih berbentuk bongkahan sebesar kepalan tangan ini dibanderol dengan harga Rp 250 juta.

Advertisement

“Bongkahan batu Yang ini harganya Rp 250 juta, kalau yang udah jadi cincin paling mahal dihargai sebesar Rp 25 Juta, ” ujar Said asal dari Sorong.

Menurut si Said ini, mahalnya batu akik jenis Badar Emas disebabkan adanya kadar logam mulia yang super tinggi  di dalamnya.

“Ada campuran emasnya, ” ujar si Said ini lagi.

Selain Batu Akik Badar Emas, Salah satu batu akik yang dilirik banyak pengunjung adalah Panca Warna Raja Ampat.

Batu Akik Panca Warna yang didominasi dengan warna kuning, putih, dan hitam tersebut masih dalam bongkahan sebesar buah kelapa hijau. Batu akik tersebut asli dari tanah Papua.

“Ini Batu Panca Warna dari Raja Ampat, Papua, ” kata Said Marsalin sang pemilik batu sebuah media online di lokasi pameran.

Said Marsalin menyatakan bahwa kalau batu tersebut dijual di Papua, maka harga / kilogramnya Rp 5 juta rupiah. Namun di luar Papua, harganya dapat hingga tiga kali lipat lagi.

“1 kg kalau di sini Rp 15 juta saja, ” ujarnya.

Di stand pameran Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah, laki-laki asal Tidore ini cuma menjual batu-batu dari Papua, seperti Panca Warna Raja Ampat dan juga Badar Emas.

Said dulunya merupakan anggota Satpol PP di Sorong, Papua. Namun semenjak tahun 2012 lalu dia memilih berbisnis batu akik dan juga meninggalkan pekerjaannya. “Untungnya lumayan besar, ” kata Said.

Pameran batu akik yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMP-Indonesia). Rencananya, pembina HMP-Indonesia Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto bakal akan memaparkan konsepsi pemberdayaan industri batu akik agar men-jadi industri rumah tangga yang terfokus pengemasan, penjualan dan juga high promotion dengan sistem pemasaran di dunia. (Idj)

Advertisement