Batu Giok Aceh 20 Ton Harga Taksiran Rp30 Miliar

1536
Advertisement

Batu Giok Aceh – Bongkahan batu giok yang berbobot kurang lebih 20 ton yang didapatkan di pegunungan Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kab. Nagan Raya, Aceh ini menghebohkan warga, baik warga lokal aceh maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Batu Permata Giok Aceh 20 Ton tersebut Harga ditaksir Rp30 Miliar.

Tingginya taksiran harga Batu Giok Aceh 20 Ton tersebut sebab dalam bongkahan yang didapatkan warga di tepian sungai sekitar 10 (sepuluh) kilometer dari perkampungan tersebut, terkandung batu jenis idocrase, solar, dan juga neon yang digemari para pecinta batu akik.

Advertisement

“Taksiran saya Batu Giok Aceh tersebut sekitar Rp30 miliar harganya, kalau 60 persen saja keluar (jenis batu) idocrase super, ” Ketua Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh, Nasrul Sufi ketika berbincang dengan salah satu wartawan di Banda Aceh.

Dari informasi yang diperolehnya, batu giok aceh tersebut mengandung idocrase super. Namun Nasrul belum dapat memastikan, sebab masih dalam penelitian lebih dalam.

Menurutnya batu idocrase super harga jualnya tetap tinggi, sebab banyak diminati semua orang. Batu giok super ini dapat mencapai Rp15 juta di pasaran untuk satu cincin saja.

Batu giok seberat 20 ton tersebut mulanya didapatkan Usman (45) satu orang warga Gampong Pante Ara, Kecamatan Beutong, Nagan Raya di kawasan hutan lindung, ketika dia bersama warga lainnya tengah mencari batu.

Namun mereka cuma mengambil batu tersebut dan juga cuma membersihkannya saja. Informasi menyebar warga berdatangan ke lokasi, meminta batu dibelah. Lagi-lagi Usman menolak.

Tidak berhenti di situ, sepekan laku, warga dari kampung lain kembali datang mau mengambil batu giok tersebut. Sementara warga setempat ngotot melarang, hingga terjadi kericuhan tetapi tidak ada korban jiwa.

Aparat kepolisian, TNI, beserta unsur Muspida setempat akhirnya turun ke lokasi batu giok tersebut untuk mendamaikan massa yang berebut batu. Akhirnya diputuskan Batu Giok 20 Ton tersebut tidak dapat diganggu gugat hingga batas moratoriumnya berakhir bulan depan.

Hingga kini batu telah disegel dan juga dijaga ketat polisi bersenjata lengkap, dibantu Militer TNI dan juga warga.

Sebelumnya Pemkab Nagan Raya terhitung 5 Bulan februari 2015, mengeluarkan regulasi penghentian sementara aktivitas penambangan dan juga pencarian batu alam yang marak di situ. Alasannya untuk menghindari kerusakan lingkungan. (idj)

Advertisement