Batu Obsidian Jenis dan Ciri-Ciri Batu Asli

1769
Advertisement

Batu Obsidian merupakan jenis batu lava, berbeda dengan batu akik lainnya yang masuk dalam jenis batu tambang. Obsidian memiliki nilai jual yang tinggi karena sudah langka.

Nama batu obsidian kini semakin terkenal di seantero nusantara. Fenomena batu akik yang semakin digemari masyarakat membuat batu akik obsidian semakin diburu, terutama oleh pecinta batu akik yang gemar mengoleksi berbagai jenis batu. Mulai dari batu klawing dari Banjarnegara, batu tumpang merah dari Nusakambangan, batu kalsedon dari Pacitan serta obsidian. Masing-masing jenis batu memiliki keunikan, dan keunggulan masing-masing. Biasanya nama jenis batu juga mewakili nama daerah batu tersebut. Namun, ada beberapa jenis batu akik yang bisa dijumpai tidak di satu daerah saja.

Advertisement

Bagi para penggemar batu tentu sudah mengenal jenis obsidian. Batu akik ini memiliki warna-warna yang menarik. Ada obsidian merah atau merah siem, obsidian biru, obsidian hitam dan sebagainya. Namun karena jumlahnya yang sedikit dan tidak mudah ditemukan, maka saat ini jangan heran kalau banyak batu obsidian sintetis atau batu masakan. Bentuk dan ciri-cirinya hampir sama dengan obsidian asli. Jika sudah begini, tentu kita harus hati-hati memilih ketika akan membeli batu obsidian asli. Bagi Anda yang baru mengenal jenis ini, ada baiknya jika Anda kenali dahulu jenis batu akik obsidian.

Jenis-Jenis Batu Obsidian

Penggemar batu ini memang harus tahu betul tentang jenis batu ini, supaya koleksi Anda bisa menjadi sumber informasi yang baik sekaligus menjadi pengetahuan tentang keanekaragaman bumi kita. Obsidian merupakan jenis bebatuan magma atau vulkanik, sebab terbentuknya batu ini dikarenakan adanya letusan gunung berapi yang mengeluarkan lava pijar. Nama obsidian sendiri diambil dari bahasa romawi yaitu obsidian, istilah batu ini dahulunya dikenal pertama kali oleh orang Romawi. Dahulu, batu obsidian digunakan untuk bahan pembuatan senjata, sebab jenis batu ini termasuk dalam jenis batu yang cukup lunak. Dengan begitu, batu ini mudah dibentuk sesuai kehendak, termasuk dibuat untuk senjata perang.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin modern. Penggunaan senjata semakin modern pula, secara tidak langsung jenis batu ini semakin tersingkir. Bentuk dan warnanya yang menarik membuat batu ini bergeser menjadi suatu benda yang memiliki nilai seni tinggi. Batu obsidian sering digunakan sebagai perhiasan. Bahkan pada tingkat kekerasan tertentu, obsidian termasuk dalam jenis batu permata. Harga batu obsidian yang sudah memiliki kualitas baik tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Misalnya pada batu obsidian biru kristal, jenis ini memiliki kristal yang kuat sehingga banyak orang yang memburunya.

Di Indonesia, jenis batu permata obsidian bisa dijumpai di beberapa daerah, terutama di daerah yang memiliki gunung berapi. Larva pijar dari erupsi mengalami pembekuan yang cepat sehingga membentuk dinding batu dengan warna yang tembus oleh cahaya. Terbentuknya bebatuan tersebut menghasilkan batu tanpa memiliki serat, sehingga mirip kaca. Batu obsidian ini juga sering dipalsukan dengan diganti dari bahan dasar kaca. Perbedaannya ada pada tingkat ketajaman serpihan batu. Jika jenis obsidian ini tergolong palsu, kaca serpihan yang dimilikinya akan tajam dan mudah melukai kulit. Sedangkan pada batu asli obsidian, serpihannya tidak mudah melukai karena tidak terlalu tajam.

Jenis-jenis batu obsidian jika dilihat dari ciri-ciri warna memiliki beberapa varian, misalnya sebagai berikut:

  1. Obsidian siem

Obsidian merah ini sering disebut batu merah siem. Batu ini memiliki warna yang mirip dengan batu merah delima, tetapi pada merah siem tidak bisa memancarkan cahaya pada ruang sekitar. Selain itu, batu ini memiliki kekerasan 6-7 mohs.

  1. Batu obsidian biru

Jenis batu ini sering ditemukan di beberapa negara latin seperti Afrika dan Asia, terutama didaerah yang memiliki iklim tropis. Terbentuknya batu ini juga sama dengan obsidian lainnya, yaitu dari proses letusan gunung berapi yang mengeluarkan magma. Di Indonesia terdapat salah satu lokasi yang memiliki sumber obsidian seperti di sekitar Gunung Kelud, Jawa timur dikarenakan letusan pada tahun 1911 mengeluarkan magma yang cukup hebat.

  1. Batu Obsidian hitam black saphire

Batu ini merupakan jenis obsidian khas dari Indonesia. Kita bisa menemukannya di daerah Kalimantan, Papua dan Jawa. Sayangnya, jumlah obsidian hitam di Jawa cukup sedikit jumlahnya. Kita lebih susah mencari bongkahan obsidian di Jawa dibandingkan didaerah lainnya seperti Kalimantan dan Papua. Batu obsidian ini memiliki ciri khusus warna hitam, tapi jika disorot menggunakan cahaya mampu tembus dengan efek warna keputihan. Harga batu ini relatif lebih murah dibanding jenis obsidian lainnya.

  1. Batu kecubung wulung

Memiliki ciri-ciri warna gelap merupakan warna asli dari batu kecubung wulung. Tetapi jika disenter, batu ini mampu mengeluarkan warna keunguan, kadang sedikit kecoklatan. Batu ini termasuk jenis obsidian khas Indonesia yang mudah ditemukan di daerah sekitar Jawa. Tapi kini jumlahnya semakin sedikit, karena semakin maraknya perburuan batu yang saat ini sedang mengalami tren meningkat. Bagi yang mempercayai tentang batu bertuah, pada jenis batu obsidian kecubung wulung juga dipercaya mampu menyimpan kekuatan gaib yang bisa melindungi pemiliknya.

  1. Batu zamrud Kalimantan

Inilah jenis batu obsidian yang memiliki keunggulan warna dan kualitas cukup baik. Pertama kali batu ini ditemukan di daerah sekitar Kalimantan dengan warna hijau kemilau. Bentuknya menyerupai kaca tanpa ada sedikitpun rongga di dalamnya. Batu obsidian berasal dari letusan gunung berapi, tetapi karena letak geografisnya yang berada di sekitar garis katulistiwa, maka mampu terbentuk sebuah bekuan batu sempurna. Suhu udara sekitar batu inilah yang kemudian membantu terbentuknya bebatuan lava dengan warna yang hijau alami. Kekuatan batu ini mencapai 7 skala mohs, sehingga sering dijadikan hiasan batu permata.

Selain jenis diatas, masih banyak jenis obsidian lainnya yang bisa ditemukan di Indonesia. Bagi Anda pecinta batu mulia, tentu ingin segera memiliki koleksi obsidian. Tetapi karena jumlahnya yang semakin sedikit sedangkan peminatnya semakin banyak, maka tidak sedikit kita bisa menjumpai produk obsidian palsu. Mereka sengaja membuat batu yang diolah atau dileburkan dengan tingkat yang cukup tinggi, kemudian bisa menghasilkan batu yang mirip sekali dengan batu obsidian. Dengan demikian, ketika Anda akan membeli batu tersebut teliti dahulu keasliannya. Cara membedakan batu tersebut asli atau palsu cukup mudah. Obsidian yang asli memiliki ciri-ciri seperti berikut ini:

  1. Warna merata

Batu ini memiliki warna yang merata, misalnya merah, kuning, biru dan sebagainya. Tetapi bila diteteskan air pada permukaan batu, air tersebut tidak meninggalkan bekas atau kalis. Beningnya hampir sama dengan kaca tetapi tidak mudah tergores.

  1. Banyak ditemukan di lereng gunung

Batu obsidian asli sering dijumpai di lereng gunung vulkanik. Baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif. Biasanya sering ditemukan pada dataran yang curam seperti jurang dan tebing.

  1. Mulus mengkilap

Batu yang masih dalam bentuk bongkahan, biasanya bentuknya sudah mulus mengkilap. Selain itu, batu ini memiliki komposisi bahan silicon dioksida sekitar 75%, karena terbentuk dari magma pijar maka kandungan tersebut cukup banyak.

Demikianlah beberapa hal yang bisa Anda ketahui seputar batu yang berasal dari gunung vulkanik atau obsidian. Semoga informasi ini bisa menjadi pengetahuan yang baru, supaya hobi yang Anda gemari bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan. Selain itu, Anda bisa tetap menjunjung tinggi nilai seni sebagai warisan kekayaan alam dan khasanah budaya Indonesia dari batu obsidian nusantara. Nantikan ulasan lainnya seputar batu akik dan gemstones, salam batu akik.

Advertisement