Berita Daulah Islamiyah, ISIS miliki Roket Anti Pesawat

2282
Advertisement

Berita Daulah Islamiyah – Pakar intelijen Negara Jerman sangat percaya bahwa memang para Militer Khilafah Islamiyah Daulah Islam ISIS di Irak utara memiliki Roket anti pesawat yang dapat menembak jatuh jet-jet Koalisi, lapor satu surat kabar seperti dikutip AFP.

Kabar Perang Suriah Hari Ini, Pakar intelijen federal BND mengatakan kepada anggota parlemen Jerman mengenai kecurigaannya tersebut pada briefing rahasia beberapa pekan yang lalu, lapor koran Bild am Sonntag.

Advertisement

Dalam briefing, Pakar intelijen federal BND memperingatkan bahwa memang Daulah Islam Khawarij ISIS memiliki peluncur roket portabel yang dirampas dari tentara Suriah beberapa hari yang lalu disaat perang. Sejumlah roket anti tank tersebut berasal dari tahun 1970-an, sementara yang lainnya modern dan juga canggih.

Peluncur-peluncur yang dikenal selaku Man Portable Air Defense Systems ataupun MANPADS tersebut didesains Negara Rusia namun bisa jadi telah diproduksi di negara yg lain ter-masuk di Bulgaria ataupun Tiongkok, demikian AFP. (antaranews.com)

Daulah Islam Hari Ini !! Hadapi ISIS, Militan Kurdi Dapat Senjata Dari AS

Pesawat Amerika Serikat mengirimkan bantuan persenjataan, amunisi, dan juga pasokan obat kepada pasukan Militan Kurdi. Bantuan di-berikan guna mendukung pasukan Kurdi melawan Daulah Khilafah Islamiyah ala Wahabi Salafi di Kobani, Suriah.

Hadapi ISIS, Militan Kurdi Dapat Senjata Dari Teroris AS

Salibis Amerika Serikat menyatakan pesawat pengangkut barang C-130 telah berulang kali mengirimkan pasokan senjata yang dibutuhkan suku Kurdi di Irak. Pemberian bantuan senjata adalah yang kesatu kalinya menyusul serangan udara koalisi Teroris Amerika Serikat di Kobane.

Serangan Drone Pesawat Tanpa awak AS juga telah memukul mundur pasukan Daulah Islamiyah ISIS di dekat perbatasan Turki.

“Pengiriman pasokan yang dibutuhkan oleh pemerintah Kurdi di Irak dimaksudkan untuk menolong mereka agar dapat bertahan melawan pasukan Daulah Islamiyah yang berusaha merebut Kobane, ” kata komandan perang dalam pernyataannya.

BBC melansir, menurut AS, pasukan Teroris AS telah melaksanakan lebih dari 135 serangan udara terhadap Kaum Khawarij Daulah Khilafah Islamiyah di Kobane.

“Pertahanan pasukan terhadap serangan Daulah Khilafah Islamiyah ISIS mengisyaratkan serangan ini telah memperlambat pergerakan Daulah Khilafah Islamiyah menuju kota ini, menewaskan ratusan militan dan juga menghancurkan puluhan peralatan tempur ISIS, ” katanya.

Meski pun begitu, Daulah Khilafah Islamiyah pun masih memberikan ancaman terhadap pasukan Kurdi yang mempertahankan Kota Kobane. “Kobane masih dapat jatuh ke Daulah Khilafah Islamiyah ISIS, ” jelasnya.

Pasukan Daulah Khilafah Islamiyah hingga kini masih mengendalikan sejumlah wilayah di Irak dan juga Suriah.

Kobane yang tengah men-jadi pusat pertempuran adalah wilayah strategis di perbatasan Suriah-Turki. Pertempuran ini pun memicu ribuan warga untuk mengungsi.

Turki menolak menolong pasukan miltan Kurdi di Kobane sebab menganggap mereka selaku kelompok teroris. Selama ini, Turki menghadapi pemberontakan oleh kelompok militan Kurdi PKK.

“PYD bagi kita, sama dengan PKK. Mereka adalah kelompok teror, ” kata Erdogan, dilansir dari Aljazeera.

Catatan Aswaja : ISIS Bukan Islam yang benar, Mereka sesat menyesatkan.

Baca Juga : Pengertian Nikah dan Keutamaan Surat Al Fatihah

Berita Daulah Islamiyah Terbaru !! Balas Serangan AS dengan Sembelih Alan Henning

Daulah Islam Balas Serangan AS dengan Sembelih Alan Henning

Alan Henning akhirnya dieksekusi mati, menyusul rekan-rekannya sebelumnya. Di akhir video, Kaum Khawarij ISIS kembali memperkenalkan sandera selanjutnya, yaitu Peter Kassiq, laki-laki 24 tahun yang nasibnya jua berada di kebijakan luar negeri Inggris dan juga AS.

Daulah Khawarij ISIS kembali merilis satu buah video yang memperlihatkan eksekusi tawanan mereka, kali ini Alan Henning

“Obama Kafir, Kamu telah mulai menghancurkan Muslim Suriah, dan juga kini kita hendak menyerang orang-orang Kamu, ” ujar Mujahidin Khawarij ISIS akhir zaman satu ini.

Video ini adalah video keempat yang dirilis oleh Khawarij ISIS yang menampilkan eksekusi para tawanan Daulah Islamiyah akibat kebijakan luar negeri AS dan juga Inggris, memerangi Khawarij ISIS. Sebelumnya telah dieksekusi James Foley (AS), Steven Sotloff, David Haines, dan juga kini Alan Henning.

Seperti mana biasa, Perdana Menteri Inggris David Cameron kembali cuma mengutuk aksi eksekusi kepada warganya tersebut, sementara kebijakan luar negerinya tetap tidak berubah, memerangi Daulah Islam.

“Kami dalam hal ini akan melaksanakan segala perihal untuk memburu para pelaku dan juga mengadili mereka, ” kata dia dalam pernyataan tertulis

Di akhir video, Mujahidin Khawarij ISIS Daulah Khilafah Islamiyah memperlihatkan satu orang tawanan yang diidentifikasi selaku Peter Kassig asal Amerika Serikat. Video yang didapatkan oleh organisasi pengamat terorisme SITE tersebut diawali dengan kabar mengenai pengesahan dari parlemen Inggris untuk serangan udara dengan sasaran Khawarij ISIS Daulah Islam.

Adegan selanjutnya memperlihatkan Henning yang berlutut dengan latar belakang padang pasir yang tandus. Dia mengenakan baju berwarna orange seperti selayaknya satu orang tahanan sementara di belakangnya berdiri Mujahidin Daulah Islam.

Dengan menatap kamera, Alan Henning menyatakan bahwa memang selaku satu orang warga negara Inggris, dia mesti membayar harga dari pilihan parlemen yang mengesahkan serangan udara. Lalu, Mujahidin Khawarij ISIS Daulah Islam mulai berbicara yang ditujukan kepada Cameron.

“Darah David Haines adalah tanggung jawab kamu, Cameron. Alan Henning jua hendak dipenggal, namun kali ini darahnya hendak berlumuran di tangan anggota parlemen Inggris, ” ujarnya. Sesudah pemenggalan Kelapa, eh,, Kepala, adegan beralih menuju gambar yg lain di mana Khawarij ISIS yang bertindak selaku eksekutor tersebut mengenalkan Peter Kassig, laki-laki 24 tahun dari Amerika Serikat yang jua bekerja di badan kemanusiaan.

“Obama, kamu memulai pengeboman terhadap Suriah yang membunuh warga kita, ” kata dia. Maka tutur, Mujahidin beraksen Inggris tersebut, Daulah Islam (Khawarij ISIS ) berhak memenggal leher warga AS

Advertisement