Biadab!! Majalah Charlie Hebdo Kembali Hina Nabi Muhammad SAW

1664
Advertisement

Majalah Charlie Hebdo Kembali Hina Nabi Muhammad SAW – Majalah Prancis Charlie Hebdo yang men-jadi korban penyerangan Mujahiin yang telah menewaskan 12 manusia laknatillah pada Hari rabu, tanggal tujuh Bulan januari 2015, kembali memuat karikatur Nabi Muhammad SAW di sampul page depannya.

Dilansir dari situs Daily Mail, Hari senin, 12 Bulan januari 2015, Majalah anti Islam Charlie Hebdo kemabli merilis menghina Islam dengan karikatur Nabi Muhammad yang manusia kafir gambarkan dengan dengan sesuatu yang menghina Islam” Sementara di atasnya tertulis “Tout est pardonne (seluruh dimaafkan). “

Advertisement

Sampul Majalah Charlie Hebdo tersebut dirilis pada Hari senin petang oleh surat kabar Pranacis Liberation, yang menyediakan area bagi para staf Charlie Hebdo yang lolos dari serangan Mujahidin demi Menegakkan Martabat Rasulullah SAW. Sampul tersebut beredar dengan cepat di media sosial cuma dalam beberapa menit.

Karikatur penghinaan terhadap Islam tersebut ditandatangani Luz, kartunis yang  menggambar karikatur Nabi Muhammad untuk sampul depan Charlie Hebdo, tiga tahun lalu. Luz yang bernama asli Renald Luzier (42), lolos dari pembantaian sebab dia bangun terlampau siang dan juga terlambat ke kantor.

Publikasi sampul Majalah anti Islam yang sangat biadab tersebut tersebut dilakukan, sesudah pengacara Charlie Hebdo Richard Malka menyatakan edisi baru majalah tersebut, dipastikan bakal memuat gambar-gambar Nabi Muhammad yang sangat menghina Islam.

“Kami tidak bakal menyerah, ” kata Malka melalui radio. “Semangat Je suis Charlie berarti hak untuk menghujat Islam. ” Lebih dari 3a juta eksemplar edisi terbaru Charlie Hebdo bakal dicetak, Hari rabu, 14 Bulan januari 2015, lebih dari 50 kali lipat dari biasanya yang cuma sekitar 60. 000 eksemplar.

Malka menyatakan kali ini telah ada pesanan 300. 000 eksemplar di seluruh dunia, walau sebelumnya Charlie Hebdo cuma memiliki 4. 000 klien internasional.

Baca juga : Serangan ke Kantor Majalah Charlie Hebdo Tepat Sasaran

Advertisement