Contoh Paragraf Analogi

713
Advertisement

Contoh Paragraf Analogi adalah satu tema bahasan khusus dalam pelajaran Bahasa Indonesia ataupun bagi Anda yang menekuni ilmu tata bahasa. Di setiap bahasa, tak terkecuali Indonesia, tentu saja memiliki ilmu tata bahasa dan jenis-jenis penulisan sebuah paragraph. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat beberapa tipe paragraph yang sangat membantu siswa-siswi dalam mengembangkan kegiatan kepenulisan, meskipun setelah terjun di dunia jurnalistik macam-macam paragraf seperti yang terdapat dalam pelajaran Bahasa Indonesia juga sering kali terlupakan.

Namun setidaknya pelajaran mengenai paragraph akan sangat membantu bagi seseorang yang ingin mulai menggeluti dunia tulis-menulis. Karena bagaimanapun juga, pengetahuan mengenai paragraph setidaknya akan memberikan kesempatan bagi penulis awal dalam hal waktu. Contoh paragraf analogi, yang termasuk dalam beberapa jenis paragraph yang harus dikuasai oleh murid tentu saja perlu juga dikuasai oleh pengajar agar bisa memberi penjabaran wawasan yang lebih luas. Contoh-contoh yang dibutuhkan dalam menjelaskan jenis-jenis paragraf tidak hanya terbatas dalam satu-dua contoh di buku pegangan saja, namun juga harus diperkaya dengan contoh yang disiapkan pengajar secara pribadi, agar murid bisa lebih memahami cara penerapan paragraph tersebut.

Advertisement

Artinya, meskipun ide belum terlalu tertangkap jelas, namun dengan pengetahuan tentang paragraph, setidaknya penulis pemula dapat melanjutkan menulis kata-kata sehingga tersusun menjadi paragraph sesuai dengan rumus yang telah diajarkan. Sehingga ide untuk kalimat atau paragraph selanjutnya dapat disusulkan seusai merampungkan rumusan paragraph. Dengan memiliki pengetahuan tentang cara menulis paragraph yang baik dan benar, murid-murid akan lebih mudah menulis suatu bentuk tulisan cerita secara utuh dan tidak terpecah-pecah. Selain itu, paragraph juga bisa memberikan patokan-patokan akan tiap bagian ide dalam tulisan, dan hasilnya karya tulis bisa terbangun menjadi lebih utuh dan terkoneksi.

Salah satu dari beberapa paragraf yang dapat ditemukan di dalam pelajaran Bahasa Indonesia adalah Paragraf Analogi. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan paragraf analogi beserta ulasan dan contoh-contoh yang dapat dijadikan penjelasan mengenai paragraf analogi? Mungkin bagi Anda yang selalu intens terhadap pelajaran Bahasa Indonesia sudah mengetahui seluk-beluk terkait dengan definisi, penjabaran, serta contoh paragraf analogi. Namun bagi Anda yang mungkin belum sampai pada ajaran yang membincang paragraf analogi ataupun bagi Anda yang kurang faham terkait ajaran tersebut, mungkin akan sedikit berfikir kembali ketika ditanya mengenai paragraf analogi. Berikut adalah ulasan tentang Paragraf Analogi yang mungkin akan sedikit membantu Anda dalam hal pengenalan paragraf.

Mengenal Definisi Paragraf Analogi Dan Penjabarannya

Paragraf Analogi adalah salah satu dari beberapa jenis paragraf yang terdapat dalam khasanah pengetahuan Bahasa Indonesia yang memiliki penalaran induktif. Paragraf analogi juga merupakan paragraf yang di dalamnya menggambarkan perbandingan antara dua kalimat yang mempunyai sifat yang sama. Artinya, meskipun keduanya jelas berbeda dalam hal bentuk, fungsi, tempat dan lain sebagainya, namun antara kedua kalimat harus memiliki sifat yang sama. Sehingga Paragraf Analogi terdiri dua pola atau sifat kalimat. Kalimat pertama dan kedua memiliki sifat khusus, sedangkan kalimat terakhir memiliki pola umum.

Jadi paragraph analogi akan terbentuk dari dua bagian kalimat utama yang saling berhubungan satu sama lain untuk menjelaskan sesuatu hal tertentu dengan cara analogi. Sifat khusus yang terdapat pada kalimat pertama dan kedua ini merupakan perbandingan dua hal atau benda yang akan di gali persamaan sifatnya, sedangkan kalimat terakhir merupakan kalimat yang berisi kesimpulan dari kalimat pertama dan kedua, yang isinya adalah persamaan kedua kalimat yang bersifat khusus.

Ciri-Ciri Paragraf Analogi

Selain memiliki ciri utama bersifat khusus ke umum, paragraph analogi juga mempunyai ciri-ciri khusus. Untuk bisa mengidentifikasi juga menulis sebuah paragraph analogi, Anda harus bisa menemukan ciri pendukung sebagai pembangun sebuah paragraf analogi. Tentunya, Anda yang bercita-cita untuk serius di dunia kepenulisan tidak bisa asal melupakan pengetahuan ini. Bahkan memiliki wawasan yang cukup tentang jenis-jenis paragraf dan juga cara menuliskannya untuk menyampaikan ide Anda sendiri akan sangat mendukung karir Anda id masa depan. Nah, ini dia ciri-ciri dari paragraf analogi yang bisa Anda tandai, yaitu:

  1. Pertama, paragraph ini membandingkan dua hal yang mempunyai persamaan sifat, meskipun kedua hal tersebut jika dilihat dari segi bentuk, wujud, tempat dan lain sebagainya sama sekali berbeda. Kedua hal yang akan disamakan dapat diambil dari benda, waktu, keadaan, kejadian hingga proses sekalipun juga dapat dijadikan perbandingan. Bahkan tidak sekedar yang telah disebutkan, namun perbandingan juga dapat diambil dari hal lain.
  2. Kedua, kalimat-kalimat yang dijadikan paragraph analogi biasanya diambil dari dua hal yang memiliki kesamaan sifat. Jadi meskipun dua bagian kalimat utama berbeda, namun mesti memiliki satu kesamaan sifat yang nantinya akan disambungkan sebagai jawaban (kesimpulan) di bagian akhir paragraph.
  3. Dan ciri-ciri terakhir atau yang ketiga adalah, kalimat terakhir pada paragraph ini menggambarkan kesamaan sifat yang diambil dari kalimat-kalimat sebelumnya. Atau juga dapat dikatakan bahwa kalimat terakhir adalah kesimpulan, isi atau maksud dari penulis untuk menjelaskan kalimat sebelumnya.

Contoh Cara Membuat Paragraf Analogi yang Mudah Difahami

Lebih terangnya, untuk memantapkan ulasan suatu bahasan tentu saja kita membutuhkan contoh penerapan selain dari penjabaran definitif semata. Contoh paragraf analogi dapat Anda lihat dalam kalimat sebagai berikut:

Layaknya matahari yang tidak pernah lelah memancarkan sinarnya di permukaan bumi ini, meski tanpa imbalan apapun. Begitu juga dengan kasih sayang orang tua kepada anaknya yang tidak pernah surut. Kasih sayang itu diberikan oleh orang tua kepada anaknya bukan untuk mencari imbalan atau keuntungan dari perlakuan yang telah dilakukan. Namun apa yang dilakukan mereka kepada anaknya benar-benar ikhlas dan tidak mengharap pamrih. Maka sudah menjadi keharusan bagi seorang anak untuk memperlakukan orang tua secara baik pula. Ingat semasa masih bayi, apa yang dapat dilakukan seorang bayi kepada orang tua? Mereka tidak dapat memberikan apa-apa, justru bayilah yang sering merepotkan orang tuanya. Maka ketika orang tua sudah berumur renta, selayaknyalah jika seorang anak akan membantu dan memenuhi kebutuhan orang tua, jika masih dalam batas kemampuannya. Karena orang tua sendiri sudah merawat seseorang ketika belum mampu melakukan apapun.

Dalam contoh diatas terdapat beberapa tipe analogi yang menggambarkan kasih orang tua dan anak yang harus menyadarinya. Anda bisa membuat analogi yang cukup sederhana, tidak sepanjang contoh paragraph di atas. Namun yang harus Anda perhatikan adalah ciri-ciri yang mesti Anda sebutkan dalam contoh paragraph analogi tersebut dan juga Anda mampu mengidentifikasi dua bagian yang menjadi pembentuk sebuah paragraph analogi.

Baca Juga : Contoh Pidato Singkat dan Teks Pidato

Sebagai seorang pendidik, tentu saja Anda harus memperhatikan usia anak didik Anda sebelum memberikan Contoh paragraf analogi pada mereka. Seperti yang kita tahu, tema-tema bahasan dalam pelajaran bahasa Indonesia terkadang membahas bab yang sama, namun memang porsi definisi yang penjabarannyalah yang berbeda. Semakin tinggi tingkat didik siswa, maka contoh dan penjabarannya akan semakin rumit dan tentu saja berbeda dengan penjabaran siswa Sekolah dasar

Advertisement