Contoh Paragraf Generalisasi

Contoh Paragraf Generalisasi merupakan bahasan yang akan kita ulas dalam kesempatan ini. Paragraf generalisasi merupakan paragraf yang di awal paragraf berisi data yang diambil berdasarkan fakta yang ada, dan di akhir paragraf berisi kesimpulan yang ditarik berdasarkan data yang ada di awal paragraf. Paragraf generalisasi merupakan bagian dari paragraf induktif, sehingga proses penyusunannya menggunakan pola penalaran induktif. Paragraf ini disusun dengan cara menuliskan kalimat penjelas yang bersifat khusus yang berisi bukti, fakta, contoh, dan ilustrasi sebagai data empiris, dan ditempatkan pada awal paragraf. Paragraf ini diakhiri dengan kalimat utama yang merupakan kesimpulan dari data empiris yang ada dan bersifat umum.

Dengan kata lain, generalisasi merupakan proses pendefinisian dari pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus menjadi sebuah kesimpulan yang sifatnya umum. Pada paragraf generalisasi, kalimat yang dibuat didasarkan pada fakta yang terjadi atau peristiwa-peristiwa yang memang sudah ada sebelumnya. Fakta-fakta tersebut haruslah fakta yang cukup banyak, sehingga cukup sebagai bahan untuk menggeneralisasi ataupun untuk mengambil kesimpulan dari fakta-fakta tersebut. Terkadang kita menemukan generalisasi yang kurang tepat karena fenomena atau fakta yang terjadi sangatlah sedikit atau fenomena yang diangkat sebagai data ternyata tidak mewakili fenomena yang lain yang tidak diangkat sehingga tidak mencukupi persyaratan untuk ditarik kesimpulan secara general.

Sama halnya dengan Cerita Cinta Romantis, Dalam paragraf generalisasi, kalimat penjelas yang disusun biasanya berupa rincian khusus, bukti-bukti, contoh-contoh, dan lain-lain. Karena paragraf ini disusun dari pernyataan yang bersifat khusus dan ditarik kesimpulan berdasarkan kalimat khusus tersebut, maka bisa dikatakan pola kalimat dari paragraf generalisasi adalah dari khusus ke umum. Ini sekaligus menjadi salah satu ciri dari paragraf generalisasi. Ciri yang lainnya adalah kalimat utamanya diletakkan di akhir paragraf. Sehingga pada saat kita membuat paragraf ini kita perlu meletakkan bukti-bukti atau contoh-contoh atau rincian-rincian di awal paragraf, dan kemudian menarik kesimpulan berdasarkan data tersebut.

Jenis Contoh Paragraf Generalisasi Berdasarkan Bentuknya

Jenis-jenis paragraf generalisasi berdasarkan bentuknya ada dua macam, yaitu paragraf generalisasi dengan loncatan induktif dan paragraf generalisasi tanpa loncatan induktif. Berikut penjelasannya:

1. Loncatan Induktif

Paragraf generalisasi yang berbentuk loncatan induktif dibuat berdasarkan beberapa fakta yang ada, namun fakta-fakta tersebut belum bisa mencerminkan keseluruhan fenomena yang telah terjadi. Akan tetapi, fakta-fakta tersebut tetap dianggap mewakili keseluruhan fenomena yang ada dan berdasarkan fakta tersebut dipaksa untuk membuat kesimpulan. Generalisasi jenis ini tentu saja sangatlah lemah, karena kesimpulan yang diambil didasarkan pada fakta yang belum memenuhi syarat untuk bisa mewakili seluruh fenomena. Contoh paragraf generalisasi loncatan induktif: Erik merupakan anak yang ceroboh. Dia sering sekali menumpahkan makanan di piring. Dalam satu minggu ini dia telah menumpahkan piring sebanyak 3 kali. Minggu kemarin dia menumpahkan piring saat ada tamu. Minggu sebelumnya dia juga menumpahkan minuman temannya sehingga membasahi seragam sekolahnya. Selain itu, dia juga menumpahkan sup yang sedang dimakan adiknya. Maka besok di perayaan ulang tahunnya, dia pasti akan menumpahkan piring berisi kue-kue yang disajikan untuk tamu.

2. Tanpa Loncatan Induktif

Paragraf generalisasi tanpa loncatan induktif dibuat berdasarkan fakta yang cukup banyak dan lengkap, sehingga fakta-fakta tersebut bisa mewakili seluruh fenomena terkait. Paragraf ini dikategorikan paragraf yang baik karena menggunakan fakta yang cukup sehingga kebenarannya bisa dipercaya. Contoh paragraf generalisasi tanpa loncatan induktif: Data dari divisi penjualan menunjukkan bahwa tingkat penjualan mengalami penurunan setiap bulannya. Pada bulan Januari terjadi penurunan sejumlah 20%. Pada bulan Februari tingkat penjualan mengalami penurunan sebanyak 21%. Pada bulan Maret tingkat penjualan terus mengalami penurunan sejumlah 23%. Dan pada bulan April tingkat penjualan mengalami penurunan sebanyak 25%. Jika kondisi ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat tidak banyak berubah, maka tingkat penjualan di bulan Mei juga akan menurun.

Untuk memperjelas pembahasan mengenai paragraf generalisasi, kita akan membuat beberapa contoh penerapan pola pikir induktif dalam pembuatan paragraf generalisasi. Pola pikir induktif merupakan pola pikir yang berangkat dari hal-hal khusus dan dibawa ke kesimpulan yang bersifat umum. Kesimpulan pada fenomena yang diselidiki tersebut juga berlaku untuk fenomena sejenis yang tidak diteliti. Generalisasi merupakan salah satu bentuk dari pola pikir induktif. Berikut adalah contoh paragraf generalisasi yang menggunakan pola pikir induktif dalam proses pembuatannya.

Contoh pertama: “Pak Amin berasal dari Madura. Ia adalah seorang pedagang sate keliling di kompleks ini. Pak Musa juga berasal dari Madura. Ia membuka warung sate di dekat lampu merah. Setiap hari pelanggan yang datang sangat banyak. Pak Nurjoko juga dilahirkan di Madura. Setelah SMA dia merantau ke Jakarta, dan membuka warung tenda dengan menu andalannya, sate Madura. Pak Iman lahir dan besar di Madura. Namun setelah menikah, ia memilih untuk tinggal di kampung istrinya di daerah Pekalongan. Di sana Pak Iman membuka restoran kecil namun ramai pelanggan. Menu yang disukai pengunjung adalah sate Madura. Orang Madura di perantauan rata-rata berjualan sate Madura sebagai mata pencahariannya.”

Contoh kedua: “Setiap bangun tidur, Airin selalu membereskan tempat tidurnya sendiri. Setelah sholat subuh, ia menyempatkan belajar sebentar kemudian menyapu halaman. Sepulang sekolah, Airin beristirahat sebentar kemudian mengulang pelajaran yang tadi dipelajari di sekolah. Jika ada pe-er maka ia akan mengerjakannya dengan teliti. Menjelang sore, Airin membantu ibunya di dapur menyiapkan makan malam. Setelah itu, ia akan menyirami rumpun bunga yang dirawatnya dengan telaten. Selesai makan malam, ia akan duduk di meja belajarnya lagi menyiapkan pelajaran untuk esok hari atau mengerjakan PR jika belum selesai dikerjakan. Airin termasuk anak yang rajin dan pandai serta berbakti kepada kedua orang tuanya.”

Pada contoh pertama, pokok pikiran atau kesimpulan dari paragraf tersebut adalah “Orang Madura di perantauan rata-rata berjualan sate Madura sebagai mata pencahariannya.” Sedangkan kalimat-kalimat sebelumnya merupakan kalimat penjelas yang berupa fenomena-fenomena atau fakta yang nyata, sehingga kebenaran dari kesimpulan yang dibuat cukup tinggi. Fenomena yang diambil sudah cukup mewakili fenomena lain yang tidak dijadikan sebagai sampel atau contoh.

Pada contoh kedua, pokok pikiran atau kesimpulan atau sering pula disebut sebagai kalimat utama dari paragraf tersebut adalah “Airin termasuk anak yang rajin dan pandai serta berbakti kepada kedua orang tuanya.” Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan fakta-fakta yang ada mengenai perilaku dan sikap keseharian Airin yang cukup mewakili perilaku-perilaku lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa kesimpulan yang diambil tingkat kebenarannya cukup tinggi.

Baca Juga : Syarat Sah Nikah dan Foto Doraemon

Demikianlah beberapa contoh paragraf generalisasi dengan ciri pikiran utamanya atau kesimpulannya diletakkan di akhir paragraf. Sedangkan kalimat-kalimat sebelumnya merupakan kalimat yang berisikan data, yang merupakan penjelasan atau alasan dari kesimpulan yang diambil. Semoga contoh-contoh tersebut bisa memperjelas gambaran mengenai paragraf generalisasi. Semoga bermanfaat.

tags: