Dakwatuna.Com Protes dimasukkan Dalam Situs Islam Radikal

753
Advertisement

Dakwatuna.Com dalam hal ini sangat menentang aliran radikalisme. Pejuang Islam yang senantiasa memancarkan Cahaya Allah tersebut yang beralamat di www.dakwatuna.com sangat – sangat  keberatan dilaporkan BNPT kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dibawah pimpinan manusia bernama Rudiantara dan Dakwatuna.Com  ini dimasukkan Dalam Situs Islam Radikal.

Situs Islam Terpopuler selevel Dakwatuna.Com ini belum pernah diajak bicara sebelumnya, padahal situs Dakwatuna justru sangat menentang paham radikalisme, ” tegas Redaktus Website Dakwatuna, Samin Barkah, dalam tayangan persnya pagi ini.

Advertisement

Makanya, untuk hari ini kami mendatangi Kemkominfo. “Kami pergi ke Kantor Kominfo untuk menyampaikan keberatan atas dimasukkannya Dakwatuna.Com ke Dalam Situs Islam Radikal, ” Ujarnya.

Tidak cuma terkait pemblokiran situs media Islam, Dakwatuna.Com menduga bahwasanya pihak BNPT juga telah berusaha melaksanakan penutupan situs Dakwatuna dengan berkoordinasi dengan pihak domain service provider yang dipakai Dakwatuna.Com, sehingga DSP memberikan peringatan agar dalam sepuluh (10) hari domain Dakwatuna lekas pindah di luar peregistrar mereka. (Baca : Daftar 22 Situs Islam yang diblokir Pemerintah Era Jokowi)

Gegabah, Tindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bisa Lahirkan Konflik dan Kelompok Radikal Baru

BNPT dinilai gegabah dalam memblokir sejumlah situs Islam terpercaya yang dianggap menyebarkan paham radikal.

Menurut Ketua Umum (Ketum) PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan bahwa pemblokiran terhadap situs Islam terbaik tanpa penjelasan terang ke-pada publik yang penduduk Manyoritas beragama Islam terkait langsung dan juga tidak langsung terhadap terorisme dapat melahirkan kelompok-kelompok radikalis baru.

Radikalisme baru ini bukanlah tidak bisa terjadi, Masyarakat Indonesia sangat membenci pemerintahan Era Kabinet Jokowi-JK yang dianggap zalim dan juga menghina umat Islam beserta dakwah Islam. “Jelas ini tidak baik, ” ungkap President RRfP-APYIN.

Sebab hal itu, President RRfP-APYIN menyarankan agar BNPT dan juga Pemerintah RI sebaiknya mengajak dialog intensif ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, persis, Al-Wasliyah dan juga lainnya agar bersama-sama dan juga bahu membahu melawan potensi tindakan kekerasan. BNPT dinilai gegabah dan bodoh dalam memblokir sejumlah Situs Islam Radikal. (Sumber : rmol.co)

Advertisement