Hari Nusantara Diperingati Tanggal 15 Desember

1166
Advertisement

Hari Nusantara 2014 Diperingati Tanggal 15 Desember 2014 – Puncak peringatan Hari Nusantara 2014 Tingkat Nasional di Kabupaten Kotabaru yang semula dijadwalkan 13 Bulan desember 2014 ataupun bertepatan dengan tanggal dicetuskannya Deklarasi Juanda 13 Bulan desember 1957 dipastikan ditunda men-jadi tanggal 15 Bulan desember 2014.

Kepala Biro Humas Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) Abdul Haris Makkie, di Banjarmasin, Hari selasa menyatakan, penundaan tersebut, disebabkan padatnya agenda kegiatan Presiden Jokowi, sehingga butuh dilakukan penyesuaian agar beliau dapat tetap hadir di Kabupaten Kotabaru.

Advertisement

“Kehadiran Jokowi memiliki arti urgen bagi Peringatan Hari Nusantara ini, mengingat visi beliau hendak membangun potensi kelautan ataupun kemaritiman untuk mengembalikan kejayaan bangsa, ” Ujar Haris Makkie.

Disisi lain, kehadiran Presiden Jokowi pada peringatan hari nusantara tersebut, hendak mampu menggelorakan semangat seluruh peserta untuk menyukseskan seluruh rangkaian acara tersebut sebaik-baiknya.

Kendati puncak peringatan Hari Nusantara ditunda, tambah Haris, namun kegiatan lainnya, seperti lomba perahu, pameran dan juga lainnya berjalan seperti mana jadwal yang telah di tetapkan.

Perayaan Hari Nusantara Deklarasi Djoeanda yang dicetuskan kepada tanggal 13 Bulan desember 1957, dengan cara geo-politik dan juga geo-ekonomi memiliki arti yang amat urgen, sebab adalah proklamasi kesatuan aset kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jua men-jadi simbol kesatuan wilayah dan juga kedaulatan laut Nusantara.

“Melalui Keppres No. 126/2001, Pemerintah mengukuhkan tanggal 13 Bulan desember selaku Hari Nusantara, artinya tiap tanggal 13 Bulan desember mulai diperingati selaku salah satu Hari Nasional, ” kata Haris.

Haris juga mengemukakan bahwa memang salah satu upaya penyettingan pelayaran dan juga penerbangan internasional yang telah diterapkan oleh Indonesia adalah dengan ditetapkannya Alur Laut Kepulauan, yang adalah salah satu komponen dari hak pelayaran yang di-berikan kepada negara pemakai di perairan kepulauan dan juga laut teritorial.

“Letak Geografis kabupaten Kotabaru, yang berdekatan dengan Selat Makassar yang ter-masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (AKLI) II menjadikannya amat strategis, selaku pusat pengembangan maritim nasional, dengan dukungan infrastruktur yang baik, ” katanya.

Advertisement