Hikmah Peringatan Peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW

1891
Advertisement

Hikmah Peringatan Peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW – Pada bulan Rabi’ul awal umat islam merayakan hari lahirnya seorang penyempurna akhlak manusia, yaitu Nabi Muhammad SAW. Akhlak Nabi Muhammad SAW men-jadi pedoman hidup bagi kehidupan kita umat Islam sepanjang masa. Apalagi di akhir zaman ini, kehidupan malah jauh dari ajaran Islam.

Untuk memperingati Maulid Nabi SAW, diantara yang harus kita kerjakan membaca Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW yang Sebenarnya dan mendalami Al Qur’an dan juga mengamalkan segala isi ajaran-ajarannya. Kita pun harus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata selaku orang yang beriman. Apa saja Hikmah Peringatan Peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat kita ambil hikmahnya?

Advertisement

Minimal ada empat macam, yaitu siddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya ataupun mampu untuk mengemban amanah yang di-berikan), tabligh (menyampaikan kebenaran bersesuaian ajaran Islam yang sebenarnya, dimana yang haq dan juga yang batil men-jadi amat jelas bedanya), dan juga fathonah (cerdas ataupun menguasai bidangnya masing-masing).

Disinilah, kita selaku umat muslim harus me-ngikuti akhlak Nabi Muhammad SAW sesuai dengan pekerjaan kita masing-masing. Sebab kalau tidak begitu, maka bakal banyak kerusakan di dalam kehidupan ini, seperti kebohongan, kemunafikan, pencurian, tuduh-menuduh, fitnah-memfitnah, memojokkan seseorang yang tidak bersesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Hal hal seperti tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya, sekaligus pula bukanlah akhlak Nabi Muhammad saw.

Disisi dunia Pendidikan, Nabi Muhammad SAW tersebut adalah satu orang Proklamator Pendidikan. Sebab, beliau langsung diangkat oleh Allah SWT selaku pendidik yang sempurna. Lebih-lagi ada hadits Nabi SAW yang berbunyi, Rasulullah saw bersabda: “ALLAH SWT TELAH MEMBERIKAN KEPADAKU YANG TERBAIK“. Apa yang terbaik tersebut? Tidak yg lain adalah akhlak, sikap kemuliaan, sehingga bila kita bakal me-ngikuti akhlak Nabi Muhammad SAW, segala sesuatunya telah dimasukkan ke dalam kandungan Al Qur’an dengan cara utuh.

Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT hanyalah untuk menyempurnakan Akhlak manusia. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah menyatakan bahwa : “SESUNGGUHNYA DIRIKU DIUTUS (OLEH ALLAH SWT) UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK MANUSIA SECARA SEMPURNA”.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW dulu,  banyak terdapat orang-orang yang memiliki kekuasaan yang memimpin secara sadis, banyak terdapat kecurangan dan kezaliman, banyak yang mempunyai harta tetapi lalai diri. Dalam kondisi seperti begitulah Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa memang manusia boleh saja memiliki kekuasaan, men-jadi pemimpin, dan juga memiliki harta harta benda yang berlimpah, tetapi harus tetap me-ngikuti jalur agama yang beliau contohkan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan, jadilah manusia kaya yang memiliki sikap kedermawanan. Jadilah pemimpin yang adil, bijaksana, mengayomi, dan juga bukanlah pemimpin yang cuma mencari keuntungan harta benda untuk pribadi.

Baca juga : DP BBM Kata Ucapan Kartu Selamat Maulid Nabi SAW

Advertisement