Kata Ucapan Selamat Natal Menurut Hukum Islam Boleh Atau Haram?

1152
Advertisement

Idjoel.com – Ini dikhususkan bagi orang Islam yang tentunya menurut hukum Islam tentang mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristen. Dalam Hukum Islam, berlandaskan Al-Qur’an, hadits dan juga pendapat para Ulama, masalah ini sebenarnya telah sampai pada tahapan babak final. Para ulama dari berbagai mazhab baik Hanafi, Maliki, Syafi’i, maupun Hambali, seluruhnya sepakat mengenai haramnya mendatangi perayaan hari raya Non Muslim dan juga bertasyabuh (menyerupai) acara mereka. (Lihat kitab Iqtidha’ ash-Shiraat al-Mustaqim 2/425 dan juga Ahkam Pakar adz-Dzimmah 2/227).

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia ter-masuk bagian daripada mereka” (HR. Abu Daud). Dalam Kitab Al-Fiqhul-Islami, bentuk tasyabuh yang dilarang tersebut banyak bentuknya, antara yang lain mencucapkan selamat kepada hari raya Non Muslim.

Advertisement

Ibnul Qayim rahimahullah mengatakan: “Bahwa mengucapkan selamat kepada syiar agama Non Muslim ialah haram berlandaskan pada kesepakatan. Lebih-lagi, di sisi Allah SWT dosanya lebih besar dan juga lebih dimurkai ketimbang mengucapkan selamat meminum arak, selamat membunuh, berzina, dan juga semisalnya. Banyak orang dewasa ini yang tidak paham Islam terjerumus kedalamnya semantara dia tidak ngerti keburukan yang telah dilakukannya. Siapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang sebab maksiatnya, kebid’ahannya, dan juga kekufurannya berarti dia menantang kemurkaan Allah SWT. ”

Fatwa ulama terkini juga mengharamkan ucapan Selamat Natal yang dilakukan oleh Orang Islam kepada Kaum Non Muslim: “ Tidak boleh satu orang muslim pun memberi ucapan selamat kepada umat Kristen pada hari raya mereka sebab sesungguhnya dalam perbuatan tersebut terdapat tolong-menolong dalam perbuatan dosa. Dan juga kita di larang dari perbuatan tersebut, Allah SWT berfirman: “Dan tidak boleh tolong-menolong dalam berbuat dosa dan juga pelanggaran. ” Di dalamnya juga mengandung perasaan cinta kepada mereka dan juga menuntut untuk mencintai mereka beserta syiarnya dengan meridhai mereka dan juga syiar-syiar mereka. Ini semuanya tidak boleh dilakukan, kita semua harus bertoleransi saja seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW.

Sebenarnya, toleransi dan juga sikap saling menghormati tidak mesti dilakukan dengan ucapan selamat hari raya. Apalagi, dalam ucapan “Selamat Natal”, di dalamnya terselip pengakuan Nabi Isa selaku Tuhan Yesus. Dalam perihal ini, sikap kehati-hatian umat Islam amat dituntut, agar seluruh perilaku dan juga ucapan kita tidak bertentangan dengan akidah Islam.

Baca juga : Kementerian Agama (Kemenag) Tolak KTP Tanpa Kolom Agama

Advertisement