Kejahatan Syiah di Yaman, Bunuh 50 Muslim Sunni

Kejahatan Syiah di Yaman – Setidaknya dalam situasi perang Yaman terkini, 50 warga sipil dibunuh secara sadis ketika kelompok pemberontak Syiah Houtsi membombardir kota Tawahi secara kejam, Sebuah kota di distrik dari kota selatan Yaman, Aden, kata Menteri Luar (Menlu) Negeri Yaman Riyad Yassin.

Dalam lansiran laman Anadolu dijelaskan bahwa Dalam konferensi pers yang diadakan di ibukota Saudi, Riyadh, Riyad Yassin menyerukan kepada pihak koalisi dan Pejuang setempat agar kota belahan selatan tersebut lekas “diselamatkan”.

Seruan dari Menlu Yaman tersebut datang ketika Jet-jet tempur Koalisi Negara Teluk terus menargetkan posisi Murtaddin Syiah Houtsi di Yaman.

Kota Tawahi ini disebut-sebut selaku salah satu basis utama pendukung Presiden Yaman yang sah yaitu, Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang saat ini sudah mengungsi di Arab Saudi seperti Bang Joel sebutkan sebelumnya.

Di Kota Tawahi tersebut terdapat istana kepresidenan dan juga sejumlah fasilitas keamanan yang sangat penting.

Yassin menyatakan bahwa Teroris Hautsi ini telah menghujani Tawahi dengan gempuran artileri.

“Warga di Area men-coba melarikan diri serangan tersebut, ” tambahnya, dia mencatat bahwa memang 50 korban ialah warga sipil.

Dia meminta pasukan koalisi untuk “menyelamatkan” Aden dari tangan Syiah Hautsi dan juga mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan.

Riyad Yassin juga menegaskan bahwa Pemberontak Syiah Houtsi berusaha menyabotase konferensi terkait Yaman yang dijadwalkan bakal akan diadakan di Saudi Arabia.

Disisi lain, pejuang pro – Mansour Hadi telah menyerukan operasi darat dimana dalam Situasi Yaman Saat ini butuh untuk menyelamatkan kota Tawahi khususnya dan juga Propinsi Aden pada umumnya.

Mereka dalam situasi yang sulit seperti itu menyatakann bahwa betapa serangan Hautsi ini di kota tersebut sebagai tindakan genosida. (Baca: Sunni dan Syiah dalam Sejarah Islam, Berkhianat Ketika Muslim Sunni Daulah Abbasiyah Melemah)

“Situasi di kota Aden menuntut agar lekas dilakukan operasi darat, ” kata militan pro-Hadi.

Langkah tersebut diperkirakan bakal mencegah kota selatan jatuh ke tangan milisi Houtsi dan juga mengakhiri pembunuhan terhadap warga sunni yang tidak berdosa. (Baca : Kekejaman Syiah terhadap Ahlusunnah Waljama’ah di berbagai belahan dunia)

Semenjak tanggal 25 Bulan maret silam, Arab Saudi dan juga sekutunya memulai kampanye militer untuk menyelamatkan pemerintahan yang sah dan melindungi warga sipil serta secara luas menargetkan posisi Syiah Houtsi di Yaman.

Baca Juga : Doa Mandi Wajib dan Tokoh Syiah Indonesia ini Maunya Kedubes Saudi di Usir.

tags: