1 Syahid & Kronologi Pembakaran Gereja Aceh Singkil

982
Advertisement

Insiden Kronologi Pembakaran Gereja Aceh Singkil – Sejumlah Massa terlibat bentrokan di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil. Akibat peristiwa tersebut, Satu orang warga Syahid terkena Senjata Teroris Nasrani dan juga empat lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Sempat kami himpun dari berbagai sumber terpercaya, bentrokan tersebut karena ulah Gereja yang tidak punya Izin.

Advertisement

Sumber dari Pemkab Aceh Singkil menyebutkan bahwa, Kronologi Pembakaran Gereja Aceh Singkil ini terjadi semenjak Hari senin tengah petang, sesudah warga menilai Pemkab Aceh Singkil tidak mau memenuhi tuntutan untuk membongkar bangunan ketika unjuk rasa dilakukan pada enam Bulan oktober 2015 silam.

Menurut laporan kepolisian Setempat, bentrokan berdarah Muslim Singkil Vs Nasrani dalam Berita Islam yang kami sampaikan ini terjadi pada Hari selasa (13/10/2015) sekitar pukul 12.00 WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (WIB). Bentrokan terjadi antara massa yang menamakan diri mereka Gerakan Pemuda Peduli Islam Aceh Singkil dan juga warga Desa Dangguran, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

Berdasarkan update terbaru Kronologi Pembakaran Gereja yang tidak punya izin, Kerusuhan berawal ketika Massa menerobos Pos penjagaan menuju ke bangunan yang dinamai Gereja HKI (Melanggar Aturan) di Dusun Dangguran, Desa Kuta Lerangan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil. Aksi Massa penyerbu ini memperoleh perlawanan dari Pemuda Nasrani Dangguran sehingga berujung pada bentrokan.

Dampaknya, 3 warga dan juga satu orang personel TNI menderita luka-luka ringan, sementara satu warga bernama Samsul, warga Desa Buloh Sema, Kecamatan Suro, dikabarkan Syahid. Kali ini, personel kepolisian dan juga TNI nampak berjaga ketat di sejumlah titik Kecamatan Simpang Kanan, sesudah berhasil menghentikan bentrokan.

Seusai menghentikan bentrokan, Polisi setempat menyita sejumlah senjata tajam, beserta kendaraan bermotor.

Sebelumnya, Sebuah rumah ibadah umat Kristiani di Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah, dibakar massa. Kabar ini menyebar cepat kepada warga di perkampungan yang lainnya, termasuk kepada warga di Desa Dangguran.

Kericuhan tersebut menyebabkan Samsul, warga Bulohseuma, Kecamatan Suro, Singkil, Syahid sesudah terkena tembakan Teroris Nasrani. Sedangkan empat lainnya mengalami luka, termasuk satu orang anggota TNI. Sekiranya Hukum Islam ditegakkan tentu nyawa dibalas dengan Nyawa. Yang meninggal, Semoga ini menjadi Syahid. Amin Ya Rabb.

“Ketegangan telah terjadi semenjak semalam, ” kata Herizal, satu orang warga Aceh Singkil. Menurut Herizal, bentrokan ini terjadi pagi tadi sehingga Aceh Singkil sempat mencekam.

Puluhan aparat kepolisian dan juga TNI dikerahkan untuk mengamankan lokasi bentrokan. Kapolres Aceh Singkil AKBP Budi Samekto menyebutkan bahwa, kepolisian tengah berupaya mengamankan suasana dan juga memerintahkan seluruh jajarannya untuk berjaga-jaga di Kecamatan Simpang Kanan.

Baca : Penyebab Kerusuhan di Aceh Singkil Karena Gereja Tak Punya Izin

Sebelumnya disebutkan, Pemkab Aceh Singkil memang berniat membongkar 24 rumah ibadah tanpa izin. Berlandaskan hasil pertemuan dan juga rapat yang dihadiri aparat pemerintah kabupaten, tokoh adat, dan juga tokoh agama, mereka sepakat bahwa memang sepuluh rumah ibadah tanpa izin bakal dibongkar kepada pekan depan. Untuk sisanya yang berjumlah 14 unit, para pengelola diberi peluang mengurus izin pendirian rumah ibadah.

Begitulah Kronologi Pembakaran Gereja Aceh Singkil ini terjadi karena Pihak Gereja yang sengaja melanggar Aturan.

Advertisement