Pengertian Rekonsiliasi Bank

2066
Advertisement

Pengertian Rekonsiliasi dapat disimpulkan sebagai sebuah metode penyesuaian atau penyelesaian akan sebuah permasalahan pada bank untuk menyesuaikan jumlah kas.

Rekonsiliasi adalah salah satu istilah dalam bahasa Indonesia yang pernah kita dengar namun jarang digunakan. Itulah yang membuat banyak orang tidak memahami pengertian rekonsiliasi. Rekonsiliasi adalah salah satu istilah yang sering didapati dalam pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan politik atau ekonomi di Indonesia. Namun sudahkah Anda memahami apa itu rekonsiliasi atau sudahkah Anda mencari tau makna dari kata tersebut?

Advertisement

Untuk memahami arti dari sebuah kata bahasa Indonesia, kita dapat mencari tau nya dengan membaca kamus besar bahasa Indonesia. Termasuk untuk mencari tahu pengertian rekonsiliasi. Jadi apakah rekonsiliasi itu? Rekonsiliasi adalah tindakan yang dilakukan guna memulihkan atau membetulkan suatu keadaan agar kembali seperti semula. Menurut kamus bahasa Indonesia yang merupakan pedoman berbahasa Indonesia, rekonsiliasi juga dapat diartikan sebagai tindakan mengatasi berupa penyelesaian dalam sebuah perbedaan. Rekonsiliasi atau reconciliation di kategorikan ke dalam istilah dalam bidang politik.

Adapun Pengertian rekonsiliasi bank adalah sebuah metode untuk mengetahui perbedaan jumlah kas bank yang pada catatan bank dan pada perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan ada tidak nya kekeliruan jumlah kas. Apa bila prosedur perhitungan sudah selesai di lakukan, laporan atau catatan akan dikirim dan dicocokkan. Apa bila catatan kas antara bank dan perusahaan sama maka rekonsiliasi tidak perlu dilakukan. Dan sebaliknya apabila catatan kas pada bank dan perusahaan memiliki perbedaan maka harus diadakan tindakan penyesuaian. Rekonsiliasi bank dilakukan dengan beberapa tujuan penting yaitu untuk menentukan saldo pada bank dan perusahaan yang akan di susun dalam sebuah laporan dan untuk mengecek adakah penyalahgunaan kekayaan milik perusahaan.

Pengertian rekonsiliasi pada bank dilakukan untuk mengatasi adanya perbedaan jumlah kas pada bank dan pada perusahaan. Hal ini biasanya disebabkan karena beberapa hal, misalnya ketika sebuah perusahaan sudah melakukan penyetoran kas namun bank belum menerimanya, ada beberapa cek yang belum diuangkan oleh perusahaan, atau bank melakukan penyetoran pembayaran hutang perusahaan namun pihak perusahaan belum menerima memo atau laporan kredit tersebut.

Advertisement