Pentingnya Prospek Ekonomi bagi Pasar Properti

602
Advertisement

Pentingnya Prospek Ekonomi bagi Pasar Properti – Portal properti global Lamudi baru saja merilis hasil laporan tahunan terbarunya mengenai prospek perekonomian Indonesia. Laporan tersebut Real Estate in the Emerging Markets yang mencakup survey terhadap agen real estate lokal dan internasional, sekaligus interview dengan para pakar properti disajikan dalam format online yang mudah dibaca. Riset ini mengulas secara detail sektor properti di 16 negara berkembang.

Lamudi Grafik

Advertisement

Dari survey terhadap agen real estate lokal salah satu kendala utama pasar properti Indonesia adalah prospek ekonomi, mengalahkan faktor utama lainnya seperti perubahan politik dan fluktuasi harga. Hampir 65% dari agen yang disurvei memiliki harapan positif terhadap masa depan pasar real estate Indonesia. Co-Founder Lamudi, Kian Moini, berkata, “Kesimpulan yang kami dapatkan dari riset kami ialah masa depan pasar properti di Indonesia sangatlah cerah. Sama halnya yang terjadi di Filipina, 59% dari agen menyimpulkan jika saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan investasi di properti dalam rentang 2 dekade ini.

Penemuan penting lainnya adalah besarnya dampak penetrasi internet terhadap perkembangan ekonomi Asia Tenggara secara umum. Dari hasil survey di Myanmar disimpulkan jika 67% agen yang ada sudah menggunakan cara online dalam memasarkan unit propertinya. Di Indonesia sendiri, lebih dari 75% agen juga sudah beriklan online. Satu dekade ke depan hampir semua agen yang disurvey berpendapat positif terhadap pentingnya peran internet terhadap sektor properti Asia Tenggara

Penetrasi internet Indonesia saat ini sudah mencapai 29% dengan 72 juta pengguna, dan diramalkan akan meningkat 50% pada tahun 2015 nanti. Filipina saat ini berada dalam angka 36% untuk penetrasi internet. Namun menurut kepala riset Pinnacle Real Estate Consulting Service, Jose Sales, saat ini masyarakat masih skeptis untuk melakukan pembayaran online. Berbeda halnya dengan Myanmar yang tingkat penetrasi internetnya masih sangat rendah di angka 1,6%. Menurut interview dengan Ko Kyaw Kyaw selaku Managing Director dari Asia Land Real Estate Service Myanmar, hanya 10% dari agen yang ada memiliki akses ke komputer dan penduduk dengan umur diatas 40 tahun bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis online.

Lamudi ok

Riset dari World Bank mengemukakan bahwa 10 persen peningkatan penetrasi internet di negara berkembang dalam 2 dekade dapat memberikan peningkatan GDP sebesar 1,38%. Cukup signifikan melihat pada tahun 2015 ini pertumbuhan GDP di Indonesia hanya 5,6%, Filipina 6,9%, dan Myanmar 7,8%. . Diramalkan oleh Stephen Groff, wakil presiden dari Asian Development Bank jika Asia Tenggara akan menduduki posisi empat besar perekonomian dunia pada tahun 2050 nanti.

Advertisement