Perang Suriah Terkini, ISIS khawarij Vs AS

Perang Suriah Terkini – ISIS khawarij terus memperluas kekuasaannya di kota perbatasan Suriah, Kobani. Kelompok pemantau HAM menyatakan bahwa, serangan udara pimpinan Koalisi Salibis Amerika Serikat gagal menghentikan Pasukan Takhfiri ISIS di wilayah tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan, Tentara  Takhfiri ISIS terus maju menguasai Kobani. Kepala Observatorium Rami Abdulrahman menyatakan, ISIS khawarij telah menguasai lebih dari sepertiga wilayah Kobani.

Komandan pasukan Kurdi Kobani menegaskan, ISIS khawarij telah membikin kemajuan dalam tiga pekan pertempuran. Bentrokan terjadi antara polisi dan juga demonstran Turki Kurdi, dan juga tercatat selaku bentrokan terburuk.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusglu menyatakan, tidak realistis kalau meminta Turki untuk melaksanakan operasi darat sendirian. Cavusoglu yang tengah mengunjungi kepala NATO Jens Stoltenberg menyatakan, Turki siap mengadakan pembicaraan. Sesudah ada keputusan menurutnya, Turki tidak menahan diri dalam memainkan perannya.

“Sekutu kita, terutama AS, menyeret kaki mereka terlampau lama dalam memutuskan untuk mengambil tindakan terkait bencana di Suriah, ” katanya.

Dalam Perang Suriah Terkini, Militer AS menyatakan, pasukannya telah meluncurkan sembilan serangan udara terhadap markas Wahabi ISIS di utara dan juga selatan Kobani. Serangan menghancurkan sejumlah unit tempur dan juga empat bangunan ISIS (Apa Itu ISIS). Pasukan juga melaksanakan dua serangan udara di Irak.

Pensiunan Jenderal AS John Allen ditunjuk Barack Obama untuk mengawasi koalisi pimpinan AS. Dia jua diminta menggelar dialog konstruktif dan juga rinci dengan para pemimpin Turki di Ankara.

Kepala Milisi Esmat al-Sheikh ditempatkan di wilayah yang dikuasai Wahabi ISIS, yang mengontrol sejumlah wilayah di Suriah dan juga Irak. “Bentrokan masih berlangsung, pertempuran jalanan, ” katanya.

Selain tersebut satu buah ledakan mengguncang Kobani sepanjang hari. Asap hitam nampak di perbatasan Turki. ISIS khawarij mengibarkan bendera hitam di Kobani, dan juga proyektil menyasar wilayah Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, mau aliansi pimpinan As mendirikan zona larangan terbang untuk mencegah angkatan udara Presiden Bashar Al-Assad terbang di perbatasan Suriah-Turki. Permintaan ini untuk menciptakan daerah aman bagi sekitar satu, lima juta pengungsi Suriah di Turki, yang mau kembali.

Dilain pihak, kemarahan dirasakan oleh Turki Kurdi atas kegagalan Ankara menolong saudara-saudara mereka di Suriah. Mereka mengancam untuk memberitahukan prosedur perdamaian yang rapuh dengan Erdogan, yang ber-harap dapat mengakhiri perjuangan bersenjata selama 30 untuk otonomi Kurdi.

Suriah Terkini, Basar Asad Sewa Tentara AS

Dalam rangka proses intelijen untuk melancarkan serangan udara dan juga operasi darat, sekelompok tentara bayaran dari AS (Paman Sam) telah bergabung dengan sayap bersenjata Militan Kurdi Suriah PYD, yaitu milisi Peshmerga yang bertempur melawan Wahabi Salafi di Kobane, menurut Wartawan Barat yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebelum pendudukan Teroris AS di Iraq, di Tahun 2003, Tentara bayaran dari AS dipakai untuk memperoleh info intelijen, menyiapkan operasi khusus di darat, mencari informasi mengenai keadaan letak Kobane kali ini. Tim tentara bayaran dari AS didirikan oleh pensiunan tentara Amerika di Kobane kali ini tengah berada di Kobani.

Tentara bayaran dari AS ialah kontrakor militer yang dikenal kerap melaksanakan pembunuhan terhadap umat Islam secara tidak manusiawi.

Di Kobane, tentara bayaran dari AS bergabung dengan kelompok PYD untuk memperoleh info intelijen yang hendak digunakan untuk operasi udara dan juga darat di seluruh wilayah irak dan suriah.

Bantuan militer di wilayah Iraq dan juga Suriah diantar oleh tentara bayaran dari AS dalam bentrokan intens selama lima pekan, menurut laporan aktivis.

Pertempuran di kota Kobane antara Militer ISIS dan juga milisi Kurdi yang didukung pasukan koalisi Salibis AS telah memasuki pekan ke-2.

Baca Juga : Rukun Nikah dan Sifat Jaiz Bagi Rasul

Para pejabat AS menyatakan bahwa memang Kobane dalam sejumlah hari akan benar-benar jatuh menuju tangan Wahabi Salafi. Pernyataan tersebut dikeluarkan Oleh Teroris AS saat mengklaim telah menewaskan ratusan pejuang ISIS dalam serangkaian serangan udaranya di kota kobane.

Suriah Terkini, Khawarij ISIS Lawan Salibis AS dengan Bom Bunuh Diri

Pertempuran antara Negara dari Kaum khawarij ISIS dan juga pasukan Kurdi Suriah di sepanjang perbatasan Turki berlanjut. Para aktivis menyatakan ISIS berusaha masuk menuju pusat Kobane dalam pertempuran hebat dengan pasukan Militan beberapa saat yang lalu.

Serangan ini berhasil membikin Kaum khawarij menguasai beberapa bagian Kobane. Meski pun serangan udara Salibis AS di Suriah telah dilakukan selama lebih kurang tiga pekan. Menurut militer AS, pesawat tempur AS dan juga Arab Saudi juga menargetkan tujuh lokasi di sekitar Kobane.

Dalam pertempuran ini, kelompok Observatori HAM Suriah menyatakan, Kaum khawarij ISIS melaksanakan aksi bom bunuh diri di daerah perbatasan. Disebutkan, Kaum khawarij ISIS telah menguasai bangunan utama di pusat kota dan juga memukul mundur para pejuang Kurdi menuju bagian utara yang berbatasan dengan Turki.

Di Kairo Menlu AS John Kerry menyatakan Salibis AS amat prihatin terkait tragedi di Kobane. Namun, Kobane tidak ter-masuk dalam strategi koalisi AS.

Kegagalan di Kobane men-jadi salah satu poin utama dalam diskusi pertemuan kepala militer dari 21 negara koalisi Salibis AS dan Sekutunya di Washington.

Sejumlah negara yang terlibat dalam pertemuan ini yaitu Australia, Bahrain, Belgium, Inggris, Kanada, Denmark, Mesir, Prancis, Jerman, Irak, Itali, Yordania, Kuwait, Lebanon, Belanda, New Zealand, Qatar, Arab Saudi, Spanyol, Turki, Uni Emirat Arab, beserta AS.

Dalam perubahan lainnya di Turki, pemerintah Turki membantah adanya laporan kesepakatan dengan AS agar koalisi dapat menggunakan pangkalan udaranya guna melawan Kaum khawarij ini.

“Kami menggelar negosiasi dengan para mitra kita. Namun tidak ada perubahan baru mengenai Incirlik, ” kata Bulent Arinc, wakil perdana menteri Turki, dikutip dari Aljazeera.

BOS Besar Pimpinan Kaum Salib Obama selama ini menekan Turki agar terlibat dalam memerangi ISIS. Pesawat militer Pasukan AS pun telah menggunakan pangkalan Incirlik di selatan Turki untuk target logistik dan juga kemanusiaan.

Namun, untuk memanfaatkan pangkalan tersebut dalam operasi penyerangan terhadap Kaum khawarij ini, koalisi AS masih memerlukan persetujuan dari Turki.

Pejabat senior Turki di kementerian luar negeri menyatakan pembicaraan difokuskan kepada rencana penggunaan pangkalan tersebut. Dia membenarkan Turki membahas bantuannya melatih pasukan oposisi moderat dengan AS.

Meski pun begitu, lanjutnya, tidak ada kesepakatan terkait pelatihan pasukan moderat di wilayah Turki.

tags: