Prestasi Ahok di Jakarta Terhadap Umat Islam

Prestasi Ahok di Jakarta Terhadap Umat IslamUlama yang terdiri dari para Kiai, Ustadz dan juga Habaib yang berdomisili di Jakarta. Mereka telah menyatakan sikap Para Ulama dan juga tokoh umat Islam mengenai kepemimpinan Ahok di ibukota Jakarta. Bukannya Prestasi, Ahok dinilai telah membuat kebijakan yang sangat merugikan AQIDAH Umat Islam di Jakarta, Berikut ini hanya disajikan 8 Point saja Kerugian Ahok Terhadap Umat Islam DKI Jakarta :

  1. Seringnya mengumbar kata-kata yang seharusnya tidak layak disampaikan. Ahok mengeluarkan pernyataan yang tidak layak dikeluarkan oleh penganut agama apapun, yaitu menyatakan bahwa Konstitusi harus lebih diutamakan ketimbang ayat suci Al Qur’an dipandang sebagai penghinaan terbesar kepada Umat Islam yang sekarang jadi berita hangat antara Ahok Vs FPI.
  2. Berlaku amat arogan dan juga tidak sopan ke-pada para pejabat/pegawai DKI yang diperlakukannya selaku jongosnya, lebih-lagi membentak mereka dengan kata-kata yang amat kasar.
  3. Ahok menggusur 2 mesjid di Taman Ismail Marzuki dan Jatinegara
  4. Membikin kebijakan untuk menjauhkan umat Islam untuk melaksanakan Syiar Islam. Contohnya, Ahok melarang Tabligh Akbar yang menutup jalan dan juga melarang Takbir Keliling. Padahal dia besarkan perayaan tahun Baru Masehi/Kristen 2013 dan juga 2014 dengan menutup jalan Sudirman-Thamrin lebih-lagi dengan membangun 16 panggung hiburan yang menghabiskan dana Pemrov DKI miliaran rupiah.
  5. Pengurangan bantuan pembangunan Mesjid, dari 1.000 mesjid per tahun menjadi 300 mesjid.
  6. Ahok telah melanggar konstitusi dengan menerbitkan instruksi Gubernur nomor 67/2014, yang melarang pemotongannya di sekolah dan mesjid serta fasilitas publik lainnya. Oleh sebab itu FPI menyebutkan Ahok Sombong Seperti Jin Atau Iblis.
  7. Ahok telah gagal memimpin Jakarta. Contohnya, minim serapan APBD DKI yang hanya 30 persen dari Rp70 triliun. Akibatnya pembangunan pemerintahan di Jakarta tidak berjalan. Lulung Bilang Ahok punya Kinerja Buruk.
  8. Ahok juga mengubah pakaian seragam di sekolah atau Madrasah pada hari Jumat dari busana muslim menjadi baju adat. (metro.news.viva.co.id)

Baca Juga : Video Pemurtadan Kristenisasi di Car Free Day Jakarta

Ahok, Bunuh Saja di Tempat Demontrasi yang Anarkis

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok Hari Ini) menyatakan tidak membiarkan seluruh aksi unjuk rasa anarkis di Jakarta. Ter-masuk aksi yang bertujuan untuk menggulingkan dirinya sendiri sebagai pemimpin daerah.

Laki-laki yang familier disapa Ahok ini menyatakan negara tidak boleh dikalahkan oleh kelompok anarkis yang mengatasnamakan kepentingan tertentu. Terutama kepentingan tersebut me-nyangkut mengenai agama suku dan juga ras.

untuk tersebut kalau ada kelompok yang menghambat usaha pemerintah untuk melaksanakan perihal yang diamanatkan oleh konstitusi, maka aparat harus bertindak tegas.

“Ini tugas pemerintah kalau ada kelompok bertindak anarkis dan juga justru mengancam nyawa banyak manusia, saya minta petugas untuk tindak tegas, bunuh di area sekalipun ada kamera TV menyorot, ” tegasnya.

Menurutnya perihal demikian butuh dilakukan agar tindakan serupa kelak tidak dilakukan ataupun ditiru oleh pihak-pihak lainnya.

Namun, dia ber-harap aksi anarkis yang memerlukan tindakan keras tersebut tidak boleh terjadi. Hal tersebut sebab tindakan yang erat dengan indikasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut dapat merusak identitas negara.

Ahok menambah, dia pun tidak membiarkan aksi demostrasi yang men-coba mengulingkannya. “Tentu saya tidak hendak biarkan kalau saya diserbu sama demonstran anarkis. Saya tidak mau nanti orang-orang pasang lilin duka cita gubernur terguling di Balai Kota, ” ujarnya.

FPI akan dibubarkan Ahok, Umat Islam Harus Bersatu

Berita Ahok Terbaru, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Muchsin Alatas mempersilakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ataupun Ahok untuk membubarkan organisasinya. “Silakan, kalau dia memang dapat membubarkan FPI, ” ujarnya seperti dilansir laman tempo

Muchsin mengingatkan, se-belum Ahok berhasil membubarkan FPI, justru organisasinya yang lebih dulu memakzulkan Ahok selaku gubernur. Dia mengaku tidak terpengaruh dengan ancaman Ahok tersebut. Menurut dia, justru pernyataan Ahok tersebut menguatkan solidaritas sesama anggota FPI lainnya.

Keberadaan FPI, kata Muchsin, telah bersesuaian dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 mengenai Organisasi Kemasyarakatan. Ideologi FPI bukanlah anarkis yang mau merusak nilai-nilai Pancasila dan juga UUD 1945.

“Justru kita ini membela di jalan yang betul. Keberadaan kita dilindungi dalam undang-undang, ” kata Muchsin. Baca (Ahok Larang Potong Hewan Kurban)

Sehingga, kata Muchsin, rencana Ahok untuk membubarkan FPI sama satu kali tidak beralasan. “Ahok bukanlah negarawan yang cuma mau membubarkan ormas sebab dasar emosi saja, ” ujarnya.

Ahok berencana membubarkan organisasi kemasyarakatan yang bertindak atas agama Islam ketika melaksanakan unjuk rasa. Rencana ini berkaitan dengan kericuhan yang terjadi ketika FPI menggelar demonstrasi menentang Ahok men-jadi Gubernur Jakarta menggantikan Joko Widodo. “Prinsip saya, seluruh ormas yang berlaku anarkistis dan juga mau mengubah undang-undang dan juga Pancasila harus dibubarkan, ” kata Ahok di Balai Kota Jakarta.

Ahok menyatakan tugas kesatu yang harus diselesaikan kepolisian yaitu menemukan dalang intelektual yang membikin massa bertindak anarkistis dalam unjuk rasa pada Hari jumat, tiga Bulan oktober 2014. Dalam insiden tersebut, massa FPI melempari page gedung DPRD DKI Jakarta dengan batu. Pelemparan tersebut menyebabkan enam polisi terluka dan juga kerusakan kepada sejumlah kendaraan anggota DPRD.

Ahok yang kafir ini berusaha merusak organisasi Islam secara terang-terangan. Oleh karena itu, Umat Islam harus bersatu melawan Ahok.

Baca Juga : Keutamaan Surat Al Fatihah dan Niat Puasa Muharram

tags: