Profil Jokowi Presiden Indonesia

Profil Jokowi Presiden Indonesia – Ir. H. Joko Widodo yang sering dipanggil Jokowi adalah satu orang politikus Indonesia yang saat ini adalah presiden Republik Indonesia tahun 2014-2019.

Masa kecil Jokowi begitu Suram, Jokowi pernah tergusur sebanyak tiga kali, Walaupun demikian Jokowi mampu Kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada dan juga sesudah lulus Kuliah, Jokowi berhasil men-jadi pengusaha furniture. Tidak betah jadi Pengusaha, Jokowi mengawali Karir politik menjadi Wali Kota Surakarta pada tahun 2005. Kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta semenjak Tanggal 15 Bulan oktober 2014 hingga 16 Bulan oktober 2014 didampingi Ahok

Tidak lama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi maju selaku calon presiden selaku kandidat dari PDIP dan juga menggandeng Jusuf Kalla selaku calon wakil presidennya dengan nomor urut II. Melawan pasangan nomor urut I Prabowo Subianto dengan wakilnya Hatta Rajasa. Dan Akhirnya Jokowi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2014-2019

Profil Jokowi Presiden Indonesia adalah sebagai Berikut :

Nama Lengkap: Ir. Joko Widodo
Nama Populer: Jokowi
Tanggal / Tempat Lahir: 21 Juni 1961, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Agama: Islam
Hobi: Musik rock beraliran Cerdas

Riwayat Pendidikan:

  • SDN 111 Tirtoyoso Solo
  • SMPN 1 Solo
  • MAN 6 Solo
  • Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
  • S1 Universitas Gadjah Mada

Pekerjaan sekarang : Presiden RI

Penghargaan atas Prestasi Jokowi

Prestasi semasa jadi Walikota Solo :

  1. Memperoleh Piagam Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia (2009), Kategori penyediaan sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan juga Pengembangan Manajemen Pelayanan.
  2. Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI berupa dana hibah sebesar 19,2 miliar untuk pelaksanaan pengelolaan keuangan yang baik (2009).
  3. Penghargaan Unicef bidang Program Perlindungan Anak (2006).
  4. Indonesia Tourism Award 2009 sebagai Indonesia Best Destination dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI bekerjasama dengan majalah SWA.
  5. Jokowi memperoleh Penghargaan Solo sebagai inkubator bisnis dan juga teknologi (2010) dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI).
  6. Penghargaan dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam bidang Pelopor Inovasi Pelayanan Prima (2010). Dll masih banyak lagi

Prestasi Pribadi Jokowi

  1. 10 Tokoh Terbaik Tahun 2008 oleh Majalah Tempo
  2. Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta Award
  3. Bung Hatta Anticorruption Award tahun 2010
  4. Charta Politica Award tahun 2011
  5. Sebagai Wali Kota teladan dari Kementerian Dalam Negeri tahun 2011

Jokowi Presiden Indonesia Terlemah versi LSI

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai Bapak Presiden Joko Widodo berpotensi men-jadi Presiden terlemah dalam sejarah politik Indonesia. Meski Bapak Bapak Jokowi terpilih melalui pemilu langsung oleh rakyat.

“Ini suatu perihal yang amat memprihatinkan. Bapak Jokowi dipilih melalui pemilihan langsung, namun dia jadi yang terlemah, ” kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantornya, Jakarta, Hari kamis sembilan Bulan oktober 2014.

Menurut Adjie, setidaknya ada tiga alasan yang menyebabkan Bapak Jokowi dapat men-jadi Presiden terlemah. Kesatu, posisi parlemen yang dikuasai oleh kekuatan oposisi.

“Total kursi Koalisi Merah Putih (KMP) 353 kursi, ataupun 63 persen. Sementara tersebut, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) cuma 207, ataupun 37 persen, ” ujarnya.

Alasan ke-2, menurut Adjie, tidak ada satu pun partai politik yang dikontrol langsung oleh Bapak Jokowi. Padahal, sebelumnya tiap Presiden Indonesia memiliki kekuatan mengendalikan partai politik di DPR.

“Dari Presiden Soekarno hingga SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), senantiasa ada partai politik yang dikontrol langsung. PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dikontrol Megawati bukanlah Bapak Jokowi, ” ujarnya.

Adjie meneruskan, posisi Bapak Jokowi hingga kali ini cuma selaku petugas partai yang mencalonkannya. Sedangkan, komando mengontrol koalisi tidak dia miliki. “Megawati mesti legowo dengan memberikan komando koalisi, Bapak Jokowi selaku Presiden, ” katanya.

Sementara tersebut, faktor terakhir ialah fakta bahwa memang kemenangan Bapak Jokowi dalam Pilpres 2014 tidak mutlak. Selisih dengan kompetitornya yaitu Prabowo Subianto tipis yaitu 53, 15 persen berbanding 46, 85 persen.

“Dengan dukungan yang berselisih tipis, dukungan terhadap Bapak Jokowi potensial dengan cepat berubah, kalau ada kebijakan publik yang tidak popular, ” ujarnya.

Adjie menambah, salah satu kebijakan publik yang mesti diambil Bapak Jokowi-JK di masa awal pemerintahannya ialah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kalau BBM dinaikkan di masa awal pemerintahan, dukungan terhadap pemerintahan baru hendak menurun drastis.

LSI kembali menggelar survei terbaru kepada 6-7 Bulan oktober 2014. Tema yang mereka ambil ialah mengenai respons publik atas persaingan KMP dan juga KIH.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan satu. 200 responden. Margin of error sebesar +/- dua, sembilan persen.

Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia. LSI jua melengkapi kegiatan ilmiah tersebut, dengan penelitian kualitatif seperti analisis media, focus group discussion, dan juga in depth interview.

Sumber : politik.news.viva.co.id

Baca Juga Informasi lainnya yaitu Bukopin Internet Banking dan Foto Kucing Lucu. Sekian Informasi mengenai Profil Jokowi Presiden Indonesia ini menjadi bermanfaat bagi kita semua.

tags: