PUPNS 2018 Registrasi Ulang PNS

1268
Advertisement

IDJOEL.COM – Sebanyak 28 persen Institusi Pemerintahan pusat telah mendaftar semenjak sistem registrasi ulang PNS elektronik (e-PUPNS) myang dibuka secara resmi pada Bulan ini.

“Hingga berita ini diturunkan sudah 100 persen Institusi Pemerintahan pusat sudah melakukan registrasi ulang pada Website e-PUPNS dengan alamat situs https://epupns.bkn.go.id. Sedangkan, untuk PNS di daerah, baru sekitar 98 persen yang registrasi ulang ditahun ini. Namun mereka semua baru dalam tahapan fase registrasi dan juga belum ada yang mengentry data lengkapnya, ” kata Karo Humas BKN Tumpak Hutabarat.

Advertisement

Menurut Karo Humas BKN seperti dikutip dari blog Berita Islam, menyatakan bahwa hal tersebut terjadi instansi masih melaksanakan sosialisasi internal. Ada instansi yang akan melaksanakan Registrasi Ulang PUPNS dengan cara bersama-sama dengan dibantu petugas dari BKD/Biro Kepegawaian. Ada juga yang memerintahkan agar masing-masing mengentry PUPNS  sendiri.

E-PUPNS Registrasi Ulang PNS, Sosialisasi Kurang tapi Dipaksakan

Balik Ke Tahun 2015, Para aparatur sipil negara (ASN) terutama PNS jadi kalang kabut saat mengakses web Registrasi Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) tidak dapat dibuka.

Padahal, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menetapkan bahwa tanggal 1 Bulan september 2015, seluruh PNS tanpa terkecuali mesti mendaftarkan diri. Kalau tidak, status kepegawaiannya tidak diakui.

“Bagaimana dapat daftar, buka web PUPNS saja tidak dapat, down melulu nech, ” kata Nandi, PNS Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan juga Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

PNS KemenPAN-RB ini mengakui secara tegas bahwa telah berusaha mencoba masuk lewat web BKN maupun PUPNS semenjak tanggal 1 Bulan september hingga hari ini, namun tetap juga gagal. Untung saja KemenPAN-RB belum menginstruksikan seluruh aparaturnya untuk  registrasi ulang PUPNS.

“Jujur saja, saya tidak ngerti mengenai PUPNS ini, sebab sosialisasinya kurang. Di media Online atau Ofline saja kurang mengekspos mengenai e-PUPNS, ” ujar Bapak satu anak ini.

PNS dengan Gaji yang lumayan ini mengetahui bahwa betapa pentingnya e-PUPNS dari rekannya di kementerian yangg lain yang telah terdaftar. Sementara sosialisasi di lingkungan instansi di mana dia berada tidak ada.

“Takut juga kalau status kita diragukan oleh Negara, sebab tidak daftar e-PUPNS tahun 2015 ini. Namun, kalau sistemnya seperti ini yang dirugikan PNS lah, tetapi saya agak tenang sebab saya dapat info untuk entri data pegawai KemenPAN-RB bakal dilakukan secara bersama-sama dan juga prosesnya akan cepat lagi, ” ucapnya.

Mantap!! E-PUPNS Bakal Akan Membongkar PNS Ijazah Palsu

Program digitalisasi database PNS yang gencar dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal akan digunakan untuk membongkar mafia ijazah palsu. Melalui e-PUPNS ini, BKN bakal dengan gampang mendeteki PNS yang menggunakan ijazah palsu.

“BKN kali ini telah melaksanakan registrasi ulang PNS di Indonesia tanpa terkecuali, registrasi menggunakan sistem online (e-PUPNS). Langkah ini juga untuk menghentikan peredaran ijazah ilegal, ” ungkap Kepala BKN, Bima Haria Wibowo di kantornya di Jakarta.

Sistem PUPNS PNS ini bakal dengan gampang melacak data yang mereka input. Kalau ijazah palsu bakal akan ketahuan melalui pendataan ulang melalui sistem online.

“Sekarang berlandaskan amanat UU mesti tulis S1-nya dari mana, apa universitasnya, tahun berapa lulusnya. Hal yang seperti itu mesti lengkap sehingga kita tahu, ” terangnya.

“Pertama kita tahu kompetensinya, lalu dapat men-trace (menelusuri jejak) ijazahnya ini betul apa nggak sih? ” sambungnya.

Dengan sistem ini, kata dia, prosedur pembaruan data riwayat PNS dapat dipercaya. Untuk me-ngisi ini tidak butuh waktu lama. PNS bersangkutan tinggal me-ngisi sendiri data miliknya melalui gadget smartphone, laptop ataupun lebih-lagi komputer.

Kalau seluruh riwayat pendidikan dan juga pekerjaan dengan cara detail telah didapat, Bima menyebut problem ijazah palsu dapat dihentikan.

Bima sebelumnya memberitahukan, tahun 2003 telah didapatkan 300.000 pegawai fiktif. Ketika itu, Negara dikabarkan menderita kerugian hingga Rp6 triliun. Kini jumlah pegawai fiktif telah berkurang menyisakan 10.000 pegawai. Bima berharap dengan sistem PUPNS Registrasi Ulang PNS tersebut Manusia-manusia PNS fiktif dapat berkurang.

Baca Juga : Wallpaper Naruto Shippuden dan Motor Termahal Di Dunia

Pemerintah RI melalui BKN sedang melakukan pendataan / registrasi ulang pada semua PNS melalui slogan (e-PUPNS). Pendataan ini menyangkut legalitas ijazah, sertifikat-sertifikat, sampai besaran gaji. Program ini wajib bagi semua CPNS dan PNS, karena PNS yang tak mengikuti registrasi ulang ini bisa dipecat.

Registrasi ulang ini dilakukan secara elektronik melalui aplikasi PUPNS dari BKN. Nantinya dalam pendataan ini akan muncul database BKN. Seperti data riwayat hidup, ijazah, sertifikat kursus dan juga pelatihan, jabatan dan kepangkatan, penghargaan, tanda jasa kehormatan, pengalamanan organisasi, hingga besaran gaji.

Seluruh PNS nantinya bakal akan melaksanakan uploading data-data resmi mereka dalam bentuk softcopy. Seperti ijazah, sertifikat, dan juga lain-lainnya. Lalu oleh Kantor Regional (Kanreg) BKN di daerah-daerah dilakukan validasi. Kalau ada pelanggaran, diproses bersesuaian aturan disiplin PNS.

Maksud dari program ini ialah untuk penentukan kebijakan. Contohnya untuk me-ngikuti prosedur seleksi jabatan tertentu, PNS bakal akan ketahuan track record-nya. Dengan demikian, se orang PNS yang me-ngikuti prosedur seleksi jabatan ataupun lelang jabatan dapat dipastikan kevalidan data-datanya.
Namun sampai berita ini diturunkan, web BKN dimaksud masih sering mengalami gagal koneksi ataupun ngadat di tengah jalan. Tentu saja ini membikin para aparatur negara men-jadi kebingungan. Padahal, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menetapkan bahwa Bulan september, seluruh PNS tanpa terkecuali mesti mendaftarkan diri. Kalau tidak, status kepegawaiannya tidak diakui.

Banyak dari para PNS menyatakan bahwa memang web e-PUPNS hampir senantiasa mengalami down ketika dibuka. Akhirnya mereka pun kesulitan untuk melaksanakan registrasi pendaftaran ulang. Lebih-lagi ada yang mengaku telah berusaha men-coba masuk lewat web BKN maupun e-PUPNS semenjak satu Bulan september hingga hari ini namun gagal.

Terkait web e-PUPNS yang down, Karo Humas BKN Tumpak Hutabarat mengaku bahwa memang hal tersebut terjadi, sebab tingkat kunjungan PNS banyak sekali. Sebab website baru, dan juga yang mengakses kebanyakan dan juga bersamaan, maka web tidak dapat menampungnya. Karo Humas BKN menerangkan bahwa sekitar 4,36 juta PNS di pusat dan juga daerah harus mendaftarkan di Pendaftaran Ulang PNS Elektronik dan juga hampir beberapa bagian besar mengakses web tersebut dengan cara bersamaan.

Cara Registrasi e-PUPNS BKN. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi links ini https://pupns.bkn.go.id.
  2. Selanjutnya, Silahkan klik pada icon “Daftar”.
  3. Kemudian, masukkanlah NIP saudara, lalu klik “Cari”, lalu akan muncul nama Anda dan instansi tempat anda bertugas.
  4. Kemudian, silahkan masukkan email Anda pada kolom isian “Email”. Lalu pilih “Lanjut”.
  5. Seterusnya, Masukkanlah password yang akan digunakan untuk login pada aplikasi PUPNS nantinya, kemudian input kembali di bawahnya dengan password yang sama seperti sebelumnya.
  6. Selanjutnya, Isikanlah kolom isian Nama Ibu Anda
  7. Pada kolom “Pertanyaan Pengaman”, harap dengan sungguh hati-hati, pertanyaan, pastikan Anda tidak akan lupa, ini adalah hal penting.
  8. Kemudian, input kode chapta, kemudian klik “Registrasi”.
  9. “Registrasi Sukses”, Kemudian, silahkan klik “Cetak”.
Advertisement