Situasi Yaman Saat Ini Dan Upaya Alqaeda Selamatkan WNI

1382

Situasi Yaman Saat Ini – Alqaeda Yaman memberikan bantuan makanan, obat-obatan dan juga mengamankan setidaknya 89 warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di tengah konflik yaman di Aden. Mahasiswa – mahasiswa Indonesia ini terjebak dalam peperangan antara Pasukan Pemberontak Syiah Houthi melawan pasukan koalisi Liga Arab.

“Di Situasi Yaman Saat Ini yang tidak menentu, Masyarakat Alqaeda Yaman lah yang sudah mengamankan kita, ” kata salah seorang mahasiswa Al Baihani Republik Yaman asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Yang bernama Asyam Hafizh (21 tahun) melalui saluran pesawat telepon selulernya kepada keluarganya.

Subhanallah!!! Tepatnya dalam Suara Islam hari ini, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Bapak Irwan Prayitno ini mengunjungi rumah keluarga Hafiz untuk untuk me-ngetahui lebih lanjut perubahan kondisi ke 25 warga Sumbar yang masih berada di Aden, Yaman ditengah adanya Perang Yaman. Melalui sambungan pesawat telepon ke-pada Hafizh, dia menyatakan bahwa tengah ber upaya memperjuangkan untuk Selamatkan nasib 25 WNI mahasiswa asal Sumbar di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI).

Hafizh menerangkan bahwa pada Hari rabu (8/4) kembali terjadi gencatan senjata sampai masuknya waktu shalat Ashar. Serangan tersebut dilakukan oleh orang-orang Syiah. Sementara di sekitarnya, adalah kumpulan masyarakat Sunni. (Baca : Kekejaman Syiah terhadap Sunni Ahlussunah Wal Jama’ah)

Pada Hari kamis juga terjadi ledakan bom yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari asramanya Arbithah Attarbiyah Al Islamiyah Wamarakizuhaa Atta’limiyah. “Ada empat (4) orang warga Tanah Datar yang sakit akibat fisik lemah dan juga ketakutan. Tidak ada dokter disana, jadi kita pijit, ” tuturnya lagi.

Disisi lain, kata Hafizh, dua hari yang lalu, dia bersama 89 warga negara Indonesia lainnya sudah sampai ke pelabuhan untuk meninggalkan Aden, Yaman. Sayangnya, akibat Situasi Yaman Saat Ini dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk berlayar, maka Hafizh bersama dengan kawan-kawan mahasiswa lainnya terpaksa kembali ke asrama.

Disaat Ketika terjadinya gencatan senjata, Seperti yang diucapkan Hafizh, para Mahasiswa Indonesia berlindung di Mesjid yang berada di lantai dasar tempat menuntut ilmunya atau lantai asramanya. “Di asrama tersebut warga negara Malaysia, Thailand, Saudi Arabia dan juga Indonesia, seluruhnya mau pulang ke Negara masing-masing, ” jelas dia. (republika.co.id)

Baca Juga : Arab Saudi Serang Pemberontak Syiah Houtsi Dukungan Iran dan Hati-Hati!! Godaan Iblis di Kamar Mandi itu Ada Di Rumah Anda