Situs Islam Terpopuler Dibredel, Itulah Bukti Kezaliman Pemerintah

736
Advertisement

Situs Islam Terpopuler – Sejumlah pemimpin redaksi media Islam Online sudah mendatangi kantor Kemkominfo untuk meminta klarikasi terkait pemblokiran 22 Situs Islam.

Tujuh pemimpin redaksi dari 19 situs yang disebut telah diblokir yang mendatangi Kemkominfo diantaranya hidayatullah.com, kiblat.net, arrahmah.com, gemaislam.com, salam-online.com, panjimas.com, dan aqlislamiccentre.com. (Baca : Inilah 22 Situs Islam Yang Di Blokir Pemerintah Era Jokowi)

Advertisement

Mereka diterima oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Ismail Cawidu dan juga Staf Khusus Menkominfo Bidang Strategis, Yan Rifanto.

Dalam paparannya Ismail Cawidu ini memberitahukan bahwa bila pihaknya cuma menjalankan permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tanpa meneliti terlebih dahulu. Orang yang bermana Ismail Cawidu mengklaim kebijakan pemblokiran Situs Islam Terpercaya tersebut menurut Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) dengan telah melalui prosedur dan juga analisis beserta adanya aduan dari masyarakat.

Namun Ismail Cawidu mengakui bila Kemkominfo sendiri tidak meneliti situs Islam terbaik tersebut apakah radikal ataupun tidak. “Kami cuma meneruskan dari BNPT, ” Ujar Pak Mae ini.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan delegasi tertinggi salah satu perwakilan media Islam Mahladi, mempertanyakan masyarakat mana yang mengadu ke BNPT? Sebab faktanya masyarakat Indonesia yang manyoritas beragama islam sangat terpukul dengan Ulah Pihak tertentu yang sengaja mau memadamkan cahaya Allah SWT dengan memblokir Situs Islam Terpopuler tersebut.

“Bahkan masyarakat Indonesia yang mendukung kita banyak sekali. Artinya, kalau masyarakat yang mengadu ke Manusia yang duduk dilembaga BNPT tersebut tidak jelas berarti laporan BNPT tersebut tidak valid informasinya, ” kata Mahladi.

Munarman: Pembredelan Situs-Situs Islam, Bukti Kezaliman Pemerintah Era Jokowi

Disisi lain, Munarman Direktur An-Nashr Insitute, menilai bahwa pembredelan situs-situs Islam oleh BNPT adalah bukti tidak ada kebebasan pers di Indonesia, kebebasan pers cuma memberikan ruangan bagi nilai-nilai yang buruk.

“Penutupan beragam situs Media Islam Indonesia oleh BNPT membuktikan bahwa memang kebebasan pers tersebut adalah berarti cuma kebebasan menyebarluaskan kekufuran bukanlah untuk menjaga kebebasan informasi dalam pengertian sesungguhnya, ” katanya kepada Kiblat.Net.

Menurutnya, telah banyak bukti bahwa banyak Media Mainstream yang cuma membanjiri masyarakat Indonesia dengan informasi yang menjauhkan dari Allah SWT.

“Bisa kita saksikan dan juga buktikan sendiri, beragam macam propaganda kekukufuran yang menjauhkan umat ini dari ajaran Islam, dan juga beragam macam bombardir informasi ditujukan untuk menghalangi umat Islam Indonesia dari cahaya agama Allah, ” tandasnya.

Namun, lanjut Munarman, ketika ada cahaya Allah yang dihidupkan oleh Situs-Situs Islam, dengan semena-mena pemerintah di era Jokowi ini melaksanakan penutupan tanpa melalui prosedur hukum ataupun pembuktian terlebih dahulu.

“Itulah bukti kezaliman Pemerintah diakhir zaman, ” pungkas Mantan Ketua YLBHI ini. (Kiblat.Net)

Advertisement